Marinir Matangkan Latihan Operasi Strategis 2026, dari Pengamanan Objek Vital Nasional hingga Antiteror

Jakarta, IDM – Panglima Korps Marinir Letjen (Mar) Endi Supardi mematangkan konsep latihan operasi strategis 2026 di Jakarta, Kamis (15/1). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan satuan menghadapi berbagai bentuk tugas operasi ke depan.
Kegiatan yang digelar secara tatap muka dan video conference ini, dibuka oleh Asisten Panglima Korps Marinir Brigjen (Mar) Sugianto, sedangkan paparan disampaikan Direktur Operasi dan Latihan Kolatmar Kolonel (Mar) Agung Setiawan.
Baca Juga: KRI Prabu Siliwangi-321 Uji Pelayaran Lanjutan di Italia, Termasuk Sistem Senjata
Mengutip keterangan Dispen Kormar, Jumat (16/1), jajaran Korps Marinir menyampaikan rencana dan skenario latihan, kesiapan personel dan materiil, serta dukungan pendukung lainnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan latihan.
Dalam arahannya, Endi menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dan profesionalisme prajurit. Ia menyebut latihan ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan objek vital nasional strategis, antiteror Detasemen Jalamangkara (Denjaka), serta pratugas pengamanan perbatasan Mobile 2026.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Lantik 12 Tenaga Ahli DPN, Ini Daftar Nama-namanya
“Latihan harus dilaksanakan secara realistis dan berorientasi pada tugas operasi yang sesungguhnya,” kata Endi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































