Marinir Indonesia-AS Matangkan Persiapan Latma Keris Marex 2025 di Sidoarjo

Jakarta, IDM – Menjelang Latihan bersama Keris Marine Exercise (Keris Marex) 2025, prajurit Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat (USMC) melaksanakan perencanaan final di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (18/9).
Keris Marex merupakan latihan bilateral yang rutin digelar antara Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama militer, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta mengembangkan kemampuan tempur di berbagai medan.
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 3 Marinir Letkol (Mar) Iskandar Muda, menegaskan latihan ini bukan sekadar ajang tukar pengalaman, melainkan juga momentum strategis dalam mempererat hubungan pertahanan kedua negara.
Baca Juga: Latma Manyar Indopura 2025, TNI AU dan RSAF Asah Kemampuan Evakuasi Korban
“Latihan bersama ini dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme prajurit serta mempererat kerja sama militer di bidang pertahanan dan menciptakan hubungan baik antar kedua negara,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (19/9).
Menurutnya, selain memperkuat sinergi, Keris Marex 2025 juga diarahkan untuk mengasah kualifikasi tempur tiap prajurit yang berpartisipasi, baik dari sisi teknik, taktik, maupun kesiapsiagaan satuan.
“Latihan bilateral ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan tempur tiap-tiap prajurit yang berpartisipasi,” jelasnya.
Keris Marex pertama kali digelar pada 2022 di Piabung, Lampung, sebagai latihan perdana antara Marinir Indonesia dan Amerika Serikat. Latihan itu menjadi tonggak awal kerja sama bilateral kedua Korps Marinir dalam bidang pertahanan dan operasi amfibi.
Setahun kemudian, pada 2023, latihan kembali digelar dengan melibatkan lebih banyak personel dan materi latihan yang semakin kompleks, sehingga menandai konsistensi pelaksanaan Keris Marex sebagai ajang tahunan.
Baca Juga: TNI AD Gelar Pameran Alutsista dan Pengobatan Gratis di Monas, Yuk Catat Tanggalnya
Pada 2024, Keris Marex memasuki edisi ketiga dan dilaksanakan pada 6–19 November 2024 di Batam dan Pulau Singkep, Kepulauan Riau. Latihan tersebut melibatkan sekitar 200 personel Marinir Amerika Serikar dari Marine Rotational Force–Southeast Asia (MRF-SEA) dan 360 prajurit Marinir Indonesia dari Yonif 10 Marinir.
Materi yang dilatihkan mencakup latihan tembakan presisi, penggunaan mortir, taktik infanteri, pengoperasian drone, survival di hutan, evakuasi medis, patroli, hingga pertahanan pantai. Salah satu hal baru dalam edisi 2024 adalah penggunaan drone oleh Marinir Indonesia untuk mengoreksi tembakan mortir, yang menjadi inovasi penting dalam latihan tembakan tidak langsung.
Dengan pengalaman sejak 2022 hingga 2024, Keris Marex 2025 menjadi edisi keempat yang diharapkan semakin memperkuat interoperabilitas kedua Korps Marinir. Lebih dari sekadar latihan tempur, kegiatan ini mencerminkan kedekatan hubungan pertahanan Indonesia–Amerika Serikat, sekaligus menegaskan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































