HANKAM

Marinir Gelar Simulasi Pertahanan Pangkalan, Antisipasi Serangan Darat hingga Udara

Alutsista Korps Marinir
Alutsista Korps Marinir disiagakan dalam simulasi pertahanan pangkalan di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Rabu (8/4). Latihan ini fokus mengantisipasi ancaman serangan dari udara. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir memantapkan kesiapsiagaan tempur lewat simulasi pertahanan pangkalan yang intens. Markas Marinir di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, mendadak riuh oleh pergerakan taktis pasukan dalam menghalau berbagai ancaman.

Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 1 Mayjen (Mar) Ili Dasili memimpin langsung latihan kesiapsiagaan satuan di Kesatrian Marinir Hartono tersebut pada Rabu (8/4). Latihan ini bertujuan memastikan setiap personel maupun alutsista siap merespons perintah secara cepat dan terkoordinasi.

Baca Juga: TNI AL Sergap Kapal Vietnam di Merak, Sita 780 Kg Sisik Trenggiling Senilai Puluhan Miliar!

Simulasi Serangan Mendadak

Skenario latihan bermula dari adanya gangguan keamanan yang meningkat hingga puncaknya Kesatrian Marinir Hartono mendapat serangan mendadak. Tak tanggung-tanggung, simulasi ini mencakup ancaman serangan dari jalur darat maupun serangan udara.

Danpasmar 1 Mayjen (Mar) Ili Dasili
Danpasmar 1 Mayjen (Mar) Ili Dasili (tengah) memimpin tahapan tactical floor game (TFG) untuk menyusun strategi pertahanan Kesatrian Marinir Hartono sebelum prajurit bergerak ke posisi steling. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Sebelum pasukan bergerak, latihan diawali dengan tactical floor game (TFG) atau simulasi taktis di atas peta lantai. Langkah ini berfungsi untuk memetakan titik pertahanan dan membagi sektor kekuatan secara presisi. Begitu sirine berbunyi, seluruh prajurit bersama unsur kesenjataan bergerak kilat menempati posisi steling untuk membentuk pagar pertahanan yang kokoh.

Baca Juga: Gelar Peninjauan Kurikulum Pendidikan, Dirdik Kodiklatad Sebut Perlu Sinkronisasi Kebijakan dan Operasional

"Saya tekankan setiap prajurit harus mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi setiap dinamika tugas," ujar Ili Dasili, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Kamis (9/4).

tank
Jajaran kendaraan tempur dan kesenjataan berat disiagakan di lapangan Brigif 1 Marinir sebagai bagian dari simulasi pertahanan pangkalan terhadap ancaman serangan darat. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Uji Sistem Komando dan Kendali

Selain mengasah ketangkasan fisik, latihan ini menjadi ajang uji efektivitas sistem komando dan kendali. Rantai komunikasi antarunsur dievaluasi secara ketat untuk menjamin koordinasi tetap berjalan mulus meski dalam situasi genting.

Ili Dasili menyebut, tantangan tugas di masa depan tidak akan semakin mudah. Oleh karena itu, kesiapan mental dan fisik prajurit menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga: Ini 5 Strategi TNI AL Jaga Kedaulatan Laut RI Hadapi Ancaman Modern

"Ancaman ke depan semakin kompleks, sehingga menuntut kesiapan fisik, mental, serta kemampuan tempur yang selalu terasah," tegasnya.

prajurit Korps Marinir
Seorang prajurit Korps Marinir dengan perlengkapan tempur lengkap melakukan simulasi pengamanan gedung dalam latihan kesiapsiagaan satuan di Cilandak. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Siaga Menghadapi Berbagai Skenario

Korps Marinir berharap melalui latihan rutin, profesionalisme prajurit semakin meningkat. Fokusnya bukan hanya pada skenario perang konvensional, tetapi juga mencakup operasi nonmiliter.

Kemampuan teknis dan taktis ini disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari pengamanan objek vital nasional, operasi kemanusiaan, hingga penanggulangan bencana alam. Penyelenggaraan latihan ini selaras dengan upaya TNI AL membangun kekuatan responsif terhadap segala bentuk ancaman yang mengintai kedaulatan negara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.