Marinir Dirikan Posko Kesehatan di Lewoleba Lembata

LEMBATA (IDM) – Tim Medis dari Batalyon kesehatan korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Bencana Alam yang melanda Nusa Tenggara Timur, mulai mendirikan Posko Kesehatan untuk para pengungsi di Lewoleba, Lembata, NTT, Kamis (08/04/2021).
Posko kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Korps Marinir TNI AL kepada masyarakat yang dilanda bencana alam angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tim kesehatan Korps Marinir TNI AL memberikan pelayanan medis dan pengobatan umum bagi para korban. Selain itu juga nantinya akan dilakukan tindakan proaktif dengan cara mendatangi para korban luka ringan.
Komandan Satgas Mayor Mar Donny mengatakan, “Korps Marinir TNI AL sendiri menyiapkan tenda kesehatan lapangan sebanyak 3 buah yang dilengkapi peralatan dan perlengkapan untuk menangani para korban, kemudian juga melakukan pelayanan kesehatan baik di tempat maupun di lapangan.”

“Untuk posko ini kita menempati di SMP Negeri 1 Nubatukan. Tepatnya di samping para pengungsi agar supaya untuk penanganan korban lebih cepat, dan untuk pengungsi sendiri bejumlah 300 jiwa,” tambah Dansatgas. (wan)

Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































