HANKAM

Marinir Dirikan Dapur Lapangan untuk Kebutuhan Makan Warga Terisolir di Agam Sumbar

Prajurit Yonmarhanlan II
Prajurit Yonmarhanlan II mendirikan dapur lapangan di Kecamatan Tiku, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Jumat (26/12) untuk memenuhi kebutuhan pangan warga pascabencana banjir memutus akses antarajorong. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Pascabanjir bandang memutus akses antarjorong di Kecamatan Tiku, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, prajurit Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) II mendirikan dapur lapangan di Jorong Labuan untuk memastikan warga terdampak tetap mendapatkan makanan, Jumat (26/12).

Dapur lapangan tersebut menjadi pusat pengolahan bantuan pangan. Para prajurit Marinir bersama warga setempat, memasak berbagai bahan makanan untuk kemudian dikirimkan ke wilayah yang masih terisolir, termasuk Jorong Subang-Subang.

Komandan Yonmarhanlan II Letkol (Mar) Afrison Taufik, menjelaskan hingga kini, warga Jorong Subang-Subang masih sangat bergantung pada bantuan dari luar.

Baca Juga: 214 Personel TNI-Polri Diterjunkan Razia Bendera GAM di Perbatasan Aceh Utara–Bireuen

Jembatan penghubung antara Jorong Labuan dan Jorong Subang-Subang putus akibat terjangan banjir bandang beberapa pekan lalu. Kondisi ini membuat jalur laut menjadi satu-satunya akses yang dapat dilalui untuk menyalurkan bantuan.

Prajurit Yonmarhanlan II
(Foto: Dok. Pasmar 1)

“Dalam prosesnya, prajurit Yonmarhanlan II bahu-membahu bersama masyarakat menyiapkan makanan, kemudian mendistribusikannya menggunakan perahu melalui jalur laut demi memastikan bantuan tetap sampai ke tangan warga yang membutuhkan,” jelasnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Afrison mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI AL, khususnya Korps Marinir, kepada masyarakat.

Baca Juga: Marinir Kembali Turun Tangan, Latih Karakter Siswa Jabar lewat Pendidikan Gapura Waluya

“Kehadiran dapur lapangan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana dan memastikan kebutuhan konsumsi mereka tetap terpenuhi,” kata Afrison.

Ia mengaku upaya mendirikan dapur lapangan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Warga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran prajurit Marinir yang dinilai sangat membantu serta memberi semangat bagi mereka untuk bangkit dari dampak bencana.

“Kegiatan kemanusiaan ini sekaligus mencerminkan pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam operasi militer selain perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana alam dan pemberian bantuan kemanusiaan kepada masyarakat,” ujarnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.