Marinir dan Angkatan Darat Belanda Tukar Pengetahuan Peperangan Hutan dan Medan Ekstrem

Jakarta, IDM – Korps Marinir menerima kunjungan Angkatan Darat Belanda di Markas Komando, Jakarta, Rabu (25/9). Pertemuan kedua militer negara ini dalam rangka saling bertukar pengetahuan mengenai konsep peperangan darat.
Pada kesempatan tersebut, Korps Marinir diwakili oleh Pabantik Staf Operasi Letkol (Mar) Supriyadi sementara dari delegasi Angkatan Darat Belanda, spesialis peperangan medan ekstrem oleh Kapten Justin Westerdijk dan kepala kantor keamanan Letkol Wiklem Van Geel.
"Dalam pertemuan itu masing-masing saling bertukar informasi dan pengalaman serta pengetahuan bidang pertahanan dan keamanan," kata Supriyadi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, di Jakarta, Kamis (26/9).
Baca Juga: Ketegangan Geopolitik di Indo-Pasifik, Wamenhan Sebut Modernisasi TNI AL Jadi Keharusan
Supriyadi menjelaskan, staf operasi dari Korps Marinir memperkenalkan visual profil satuan dan memaparkan tentang gaya peperangan hutan sedangkan dari Angkatan Darat Belanda mengenalkan cara peperangan di medan ekstrem.
"Pertemuan inu jadi salah satu wahana untuk membangun kerja sama yang baik antara angkatan laut Indonesia, khususnya Korps Marinir dengan Angkatan Darat Belanda," ucapnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































