HANKAM

Marinir Cek Kesiapan Personel dan Material Jelang Pengukuhan Bintang Tiga Dankormar

Apel Khusus Jelang Upacara Kehormatan Militer.
Pasmar 1 gelar apel khusus jelang upacara kehormatan militer, Cilandak, Jakarta, Senin (30/6). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Wakil Komandan Pasmar 1 Kolonel (Mar) A.A. Gede Agung Jayaputra memimpin kesiapan para prajuritnya dalam apel khusus di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin (30/6).

Gede Agung mengatakan, apel khusus ini dalam rangka persiapan menjelang upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer yang akan berlangsung di Pusat Latihan Pendidikan Kopassus (Puslatdikpassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada Juli mendatang.

Kegiatan apel khusus diawali dengan pemeriksaan pasukan, material, dan kelengkapan lainnya oleh Gede Agung bersama para pejabat utama Pasmar 1 untuk memastikan langsung kesiapan para prajuritnya.

Baca Juga: Gunakan Pesawat P-8 Poseidon US Navy, Penerbang TNI AL Simulasikan Peperangan Lawan Kapal Musuh

"Apel Khusus ini bertujuan memeriksa dan meyakinkan secara langsung kesiapan personel, material, perlengkapan serta sarana pendukung lainnya," kata dia, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Lebih lanjut, Gede Agung menyampaikan mengatakan rencana upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer merupakan bagian dari proses transformasi bagi organisasi TNI, khususnya Korps Marinir.

Apel Khusus Jelang Upacara Kehormatan Militer.
(Foto: Dok. Pasmar 1)

"Nantinya, dalam upacara dilaksanakan juga perubahan status Komandan Korps Marinir (Dankormar) menjadi Panglima Korps Marinir (Pangkormar) dengan kenaikan pangkat dari mayjen menjadi letjen," jelasnya.

"Oleh karena itu, check dan recheck seluruh kesiapan personel dan material. Pahami kegiatan ini adalah tonggak dan sejarah bagi organisasi kita, laksanakan kegiatan dengan penuh semangat, disiplin dan penuh rasa tanggung jawab," imbuhnya.

Baca Juga: Perkokoh Kerja Sama Militer, Delegasi TNI AU Hadiri Visitor’s Day Latihan Anatolian Eagle 2025

Sebelumnya, terdapat rencana kenaikan pangkat jenderal bintang tiga terhadap tiga komandan di satuan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang mengalami validasi organisasi menjadi Komando Utama (Kotama) TNI. Ketiga satuan itu adalah Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Korps Marinir, dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).

Setelah resmi divalidasi organisasi, nantinya Kopassus, Korps Marinir, dan Kopasgat tak lagi dipimpin seorang komandan melainkan seorang panglima sehingga sebutannya berubah menjadi panglima Korps Marinir, panglima Kopassus, dan panglima Kopasgat.

Melalui validasi itu juga maka Dankormar yang saat ini dijabat oleh Mayjen (Mar) Endi Supardi akan naik pangkat jadi letjen. Komandan Kopassus (Dankopassus) Mayjen Djon Afriandi menjadi letjen, dan Komandan Kopasgat (Dankopasgat) Marsda Deny Muis, juga otomatis naik pangkat setingkat lebih tinggi menjadi marsdya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.