Marinir Beri Pengenalan Wawasan Kesehatan kepada Masyarakat Yahukimo Papua

Jakarta, IDM – Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 6 Marinir memberikan wawasan tentang kesehatan kepada masyarakat di wilayah Yahukimo, Papua, Jumat (28/6).
Hal tersebut merupakan wujud komunikasi sosial (komsos) yang dilakukan satgas di bawah Komando Operasi (Koops) TNI Habema itu untuk menciptakan hubungan harmonis dan menjaga stabilitas keamanan wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Yahukimo.
Baca Juga: Rimpac 2024: Marinir TNI AL Akan Berlatih Taktik Serangan Udara di Hawaii
Komandan Satgas Yonif 6 Marinir Letkol (Mar) Rismanto Manurung menjelaskan tim kesehatan satgas memberikan wawasan terhadap masyarakat akan pentingnya kesehatan agar mereka dapat menjalankan aktivitas setiap hari.

"Serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman serta menciptakan hubungan harmonis kepada masyarakat," ujar Rismanto, dikutip dari keterangan Pasmar 1.
Ia juga menyampaikan komunikasi sosial tersebut merupakan salah satu kegiatan pembinaan teritorial (Binter) yang dilaksanakan oleh anggota untuk menciptakan hubungan yang baik antara TNI dengan masyarakat, utamanya dalam hal berkomunikasi.
Baca Juga: KRI Kakap-811 dan Kapal Perang Filipina Gelar Patroli Keamanan Perbatasan Laut
“Pelaksanaan komunikasi sosial ini untuk mengetahui tingkat kesehatan wilayah Kabupaten Yahukimo," tuturnya.
"Harapannya, anggota dapat mengetahui dan melakukan pencegahan dini jika ada permasalahan kesehatan yang terjadi pada masyarakat itu sendiri, selain itu juga untuk menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat," imbuhnya. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































