HANKAM

Mantan Panglima TNI Sebut Sistem Pertahanan Indonesia Tetap Relevan di Tengah Dinamika Global

Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto
Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto saat memberikan kuliah umum di Seskoad, Bandung, Jawa Barat. (Foto: Dok. Penseskoad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-22, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto yang juga mantan Panglima TNI ke-14 menyebut sistem pertahanan Indonesia tetap relevan di tengah dinamika strategis.

Hal ini diungkapkannya saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad mengenai relevansi sistem dan doktrin pertahanan Indonesia dalam menghadapi dinamika strategis di Seskoad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8).

Baca Juga: TNI AL Bantah Latihan Perang Bareng Cina di Timur Taiwan

Dilansir dari keterangan Penseskoad, Endriartono menjelaskan bahwa Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dan doktrin pertahanan Indonesia yang bersifat defensif aktif masih relevan dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

"Oleh karena itu, implementasinya membutuhkan kesiapan seluruh komponen pertahanan sesuai perannya, termasuk kemampuan preemptive strike yang didukung intelijen strategis serta alutsista yang memadai," kata Endriartono.

Lebih lanjut ia mengatakan di tengah perubahan lingkungan strategis, ancaman tidak selalu hadir dalam bentuk serangan fisik, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai celah dalam kehidupan masyarakat modern.

Baca Juga: Rangkul AS, Cina, dan Jepang, TNI AL Tegaskan KRI Ngurah Rai Bebas Aktif

"Karena itu, penerapan doktrin defensif aktif perlu didukung kemampuan menghentikan gerak maju lawan, mempertahankan wilayah, menghadapi perang berlarut, hingga melaksanakan serangan balas sesuai kondisi dan kebutuhan pertahanan," kata Endriartono.

Di akhir penjelasan, Endriartono berharap kuliah umum ini memberikan perspektif bagi Parwira Siswa untuk memahami perubahan karakter ancaman sekaligus mempertahankan relevansi sistem pertahanan nasional, dengan tetap berpegang pada jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.