HANKAM

Mantan Jenderal Kopassus bertemu Perdana Menteri Timor Leste di Jakarta

Xanana Gusmao dan Mahidin Simbolon
PM Timor Leste Xanana Gusmao (kiri) bersama mantan pasukan Komando Pasukan Khusus, Mayjen TNI (Purn) Mahidin Simbolon. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Sabtu 2 Mei 2025 di Jakarta Pusat, Indonesia, terjadi pertemuan antara mantan prajurit elite TNI AD dengan mantan pemimpin pasukan gerilya Timor Leste. Pertemuan tersebut terjadi setelah 34 tahun tidak bertemu, antara tahun 1992 hingga 2026.

Pertemuan tersebut mempertemukan Mayor Jenderal (Purn) Mahidin Simbolon, eks prajurit Kopassus dengan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.

“Akhirnya bisa bertemu lagi. Beliau juga sudah tua. Dulu beliau berpangkat Letnan Kolonel. Pada tahun 1992, saya bersembunyi di rumah Mana Aliança Araújo di Lahane,” kata Xanana dikutip, Senin (4/5).

Baca Juga: Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tanda Tangani DCA, Disebut Tonggak Sejarah Krusial Hubungan Pertahanan Dua Negara

Xanana mengenang, saat itu, Mahidin Simbolon bersama sejumlah pasukan Kopassus datang dan menangkapnya untuk dibawa ke markas mereka.

“Karena saya tidak berpakaian, mereka memakaikan baju kepada saya. Selama beberapa hari di sana beliau melihat-lihat kondisi saya, kemudian membawa saya ke Bali, Jakarta, dan melakukan interogasi sebelum akhirnya saya dipulangkan kembali. Itu artinya, kami sebenarnya sudah saling kenal sejak hari penangkapan saya di Lahane,” kenang Xanana.

Setelah penangkapan terjadi pada tahun 1992, Xanana tidak pernah lagi bertemu dengan Mahidin.

Pertemuan

Dari informasi yang diterima redaksi Indonesia Defense Magazine (IDM), Mahidin Simbolon meminta untuk dapat bertemu dengan Xanana Gusmão melalui perantara Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, dan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, saat berlangsungnya negosiasi resmi putaran ketiga mengenai Delimitasi Batas Maritim antara Timor-Leste dan Indonesia di Singapura.

“Mahidin Simbolon mendengar bahwa saya transit di Jakarta, maka ia meminta kepada Duta Besar Roberto Soares agar diperbolehkan menemui saya. Di Singapura saya juga bertemu dengan Duta Besar Indonesia, beliau juga mantan militer yang dulu pernah mengantar saya dari Semarang ke Cipinang. Melalui komunikasi merekalah akhirnya pertemuan ini bisa terlaksana,” jelas Xanana.

Baca Juga: Siswa Komcad ASN Kementerian Latih Kemampuan Navigasi Darat hingga Praktik Lapangan PHH

Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan masa lalu. Mahidin Simbolon masih mengingat banyak tempat di Timor dan mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Tetun.

“Semua ini dijalani dengan semangat persahabatan. Hari ini jika kita mengingat kembali kenangan masa lalu, ada yang melakukan ini, ada yang melakukan itu, rasanya seperti saling memaafkan sehingga membuat hati menjadi tenang dan senang. Itulah makna pertemuan kita hari ini,” ujar Xanana.

Redaksi IDM mencoba bertanya kepada Mahidin Simbolon soal pertemuan tersebut, namun hingga berita ini diturunkan, dirinya belum merespons. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.