Manfaatkan Lahan Tidur Seluas 3,1 Hektare, Puspenerbad Tanami Tanaman Produktif

Jakarta, IDM - Untuk membantu ketahanan pangan wilayah Tangerang Selatan, Pusat Penerbangan TNI AD bekerja sama dengan beberapa stakeholder yang di antaranya Pemkot Tangerang Selatan-Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI)-PT East West Seed membuka lahan tidur seluas 3,1 hektare untuk dijadikan lahan produktif dengan menanam palawija.
Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Mayjen TNI Toto Nugroho menyampaikan, tujuan dibukanya lahan tersebut selain untuk pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, juga pengelolaan lahan ini nantinya diharapkan menjadi panutan dan edukasi bagi masyarakat.
“Itu semua menandakan TNI AD khususnya Puspenerbad hadir untuk membantu dan memberikan solusi dalam mengatasi kesulitan masyarakat dan terbuka untuk masyarakat di sekitar Tangerang Selatan,” kata Toto di Bandara Pondok Cabe, Banten, Selasa (16/1).
Lahan tidur tersebut nantinya akan dikelola secara bersama-sama antara Puspenerbad, Pemkot Tangerang Selatan, PEPI dan PT. East West Seed yang akan ditanami tanaman produktif seperti jagung, cabe, terong, dan palawija. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































