HANKAM

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih tak Lagi Diproyeksikan jadi Komcad

Pelatihan program SPPI
Pelatihan program SPPI di Pusdikkes Puskesad Kramat Jati. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI sebagai bagian dari panitia seleksi nasional (panselnas) menyampaikan bahwa pelaksanaan pembekalan bagi calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terus dilakukan evaluasi dan penyesuaian.

Evaluasi dilakukan setelah lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia dengan berbagai penyakit.

Mulanya, calon manajer KDKMP dan KNMP diproyeksikan menjadi komponen cadangan (komcad). Kini, mereka hanya mengikuti pelatihan bela negara, bukan latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Baca Juga: Intip Misi KRI Bima Suci, Kapal Latih Kebanggaan TNI AL yang Tiba di Manila

“Sebagai bagian dari evaluasi tersebut,format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai latsarmil tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini, kegiatan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Tujuannya bukan untuk membentuk peserta jadi prajurit ataupun komcad,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers, Kamis (2/7).

Rico mengatakan, pelatihan berfokus pada membangun karakter disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, kerja sama serta kesiapan manajerial sebagai calon pengelola koperasi.

Dalam penyesuaian tersebut, materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak, taktik regu senapan serta kegiatan taktis dan teknik lainnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Amankan 4 Ton Timah Ilegal di Pangkalpinang

“Tidak ada lagi latihan fisik dalam pengertian latihan militer. Aktivitas yang ada hanya bersifat olahraga ringan untuk menjaga kebugaran seperti senam pagi atau jalan kaki ringan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta,” tutur Rico.

Selain itu, aspek kesehatan peserta diperkuat melalui pemantauan harian, profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan bagi peserta yang memiliki faktor risiko, serta penguatan mekanisme pelaporan keluhan dan rujukan medis.

“Peserta dengan kondisi tertentu juga diberikan perhatian khusus agar tidak dibebani aktivitas yang melebihi kemampuan kesehatannya,” kata Rico.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.