Mahasiswa Politeknik TNI AD Praktik Bahan Peledak dan Piroteknik

Jakarta, IDM – Sebanyak 18 mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) dari Program Studi Teknologi Rekayasa Persenjataan Militer (Terasenmil) menggelar praktik Bahan Peledak (Handak) dan Piroteknik di Divisi Munisi PT Pindad, Malang.
Dilansir keterangan dari Penpoltekad, Kamis (15/5) kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan di Poltekad, bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada para mahasiswa dalam memahami proses produksi, pengujian, serta aspek keamanan yang terkait dengan handak dan piroteknik.
Baca Juga: Dalam Satu Jam, TNI Tembak Mati 18 OPM di Intan Jaya
"Selama dua pekan, 18 mahasiswa ini akan berinteraksi langsung dengan para ahli dan teknisi di PT. Pindad, mempelajari secara mendalam tentang berbagai jenis bahan peledak, komponen pyroteknik, serta standar keselamatan yang diterapkan dalam industri pertahanan khususnya munisi kaliber kecil dan kaliber besar," bunyi kutipan Penpoltekad.

Baca Juga: Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Rusia Dapat Kehilangan Kewarganegaraan
Untuk diketahui, Piroteknik adalah ilmu dan keterampilan membuat benda-benda seperti kembang api, korek api, lilin oksigen, baut peledak dan pengencang lainnya, komponen kantong udara otomotif, serta peledakan bertekanan gas di pertambangan, penggalian, dan pembongkaran. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































