HANKAM

Lulus Seskoau A-64, Puluhan Perwira Disiapkan jadi Calon Pemimpin TNI AU yang Adaptif

perwira
Seratus perwira yang telah menyelesaikan pendidikan Seskoau Angkatan ke-64. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Sebanyak 84 perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) angkatan ke-64 sebagai bekal untuk menjadi calon pemimpin yang adaptif dan mampu menghadapi dinamika tantangan tugas di masa depan.

Pendidikan yang berlangsung sejak Januari 2026 itu turut diikuti oleh dua perwira TNI Angkatan Darat (TNI AD), empat perwira TNI Angkatan Laut (TNI AU), dan tiga perwira Polri.

Selain itu, tujuh perwira lainnya berasal dari sejumlah negara sahabat, seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Cina, India, Filipina, Singapura, dan Malaysia. Dengan demikian, total perwira yang mengikuti program pendidikan Seskoau A-64 sebanyak 100 orang.

Baca Juga: Usai Terjun Militer, Prajurit TNI AD Langsung Layani Kesehatan Warga

Rangkaian pendidikan ditutup melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi, mewakili KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Seskoau, Lembang, Bandung, Rabu (24/6).

Tedi Rizalihadi
Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memberikan penghargaan kepada empat perwira berprestasi di program pendidikan Seskoau A-64. (Foto: Dok. Dispenau)

Dalam amanat tertulisnya, KSAU menyoroti peran penting Seskoau sebagai lembaga pendidikan yang dapat membentuk karakter calon pemimpin TNI, khususnya TNI Angkatan Udara. Melalui pendidikan tersebut, para perwira dibekali kematangan berpikir dan ketajaman analisis guna menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks, sekaligus mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

“Bekal tersebut tidak boleh berhenti pada capaian kelulusan semata, tetapi harus terus dikembangkan agar tetap relevan dengan perubahan lingkungan strategis dan kebutuhan organisasi,” ungkap Tonny.

Baca Juga: Sinergi TNI AD dan Kementerian ESDM Lumpuhkan Sindikat Kakap Tambang Ilegal, 25 Orang jadi Tersangka

Upacara penutupan pendidikan juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada empat perwira berprestasi. Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) melalui siaran pers yang dikutip Kamis (25/6) mengungkap, Mayor Pnb Nehemia Anang Wijaya memperoleh predikat Widyatama, sementara predikat Sastrama berhasil diraih oleh Mayor Pnb Kustaman Dwilukman.

Selain itu, penghargaan prestasi pasis tamu penulis KTMI terbaik diraih oleh Mayor Laut (T) Raswanto Agustian. Sementara penghargaan pasis mancanegara penulis KTMI terbaik diraih Major Md Johari Bin Md J dari Malaysia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.