Lulus Pendidikan Semata PK, Ratusan Tamtama Tambah Kekuatan Personel TNI AU

Jakarta, IDM - Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi melantik 574 personel Tamtama lulusan Sekolah Pertama Tamtama (Semata) PK TNI AU angkatan ke-84 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Rabu (22/2).
Ratusan Tamtama tersebut sebelumnya telah menempuh pendidikan selama lima bulan di Skadron Pendidikan 403, di bawah pimpinan Komandan Skadik 403 Lanud Adi Soemarmo, Letkol Kes Bakti Joko S, sebelum akhirnya berhasil lulus.
Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara Penutupan Pendidikan, Pelantikan dan Penyumpahan Prajurit Siswa Semata PK TNI AU angkatan ke-84, Tedi mengungkapkan pendidikan Semata PK TNI AU yang telah mereka tempuh bertujuan untuk membentuk mental dan sikap sebagai seorang prajurit TNI AU.

Untuk itu, Dankodiklatau berharap agar para Tamtama dapat taat dan patuh terhadap semua peraturan yang ada, lantaran sikap tersebut melekat dalam setiap diri prajurit TNI AU.
Baca: Momen Haru, Komandan Grup 3 Kopassus Izinkan Istri Prajurit Sapa Suaminya di Daerah Tugas
“Saat ini saudara sudah terikat dengan aturan yang ketat dan saudara tidak dapat berbuat seenaknya yang melanggar hukum dan ketertiban, serta melanggar norma-norma kehidupan dan jati diri seorang prajurit TNI”, tegas Komandan Kodiklatau seperti dikutip dari laman TNI AU, Kamis (23/2).
Usai pelantikan ini, para Tamtama selanjutnya akan mengikuti pendidikan kejuruan sesuai dengan korps masing-masing, seperti korps teknik, elektronika, pembekalan, Pomau, administrasi, khusus, dan kesehatan. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































