HANKAM

Lulus Pendidikan, 230 Prajurit Dikukuhkan Jadi Penerjun Payung TNI AU

prajurit
Ratusan prajurit yang berhasil merampungkan Kursus Paradasar TNI Angkatan Udara (TNI AU) ke-205. (Foto: Dok. Instagram @wingdik800pasgat)

Jakarta, IDM – Sebanyak 230 prajurit yang merampungkan Kursus Paradasar TNI Angkatan Udara (TNI AU) ke-205 resmi dikukuhkan sebagai penerjun payung TNI AU.

Pengukuhan tersebut ditandai dengan upacara penutupan pendidikan yang dipimpin langsung oleh Komandan Wing Pendidikan (Danwingdik) 800/Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho di Lanud Sulaiman, Bandung, Rabu (17/9).

Baca Juga: Dua Prajurit yang Terlibat Pembunuhan Kepala Cabang BRI Ditahan dengan Maximum Security

Danwingdik 800/Pasgat menegaskan, keberhasilan para prajurit menyelesaikan pendidikan ini menunjukkan semangat serta jiwa korsa mereka untuk menjadi prajurit penerjun payung TNI AU yang andal dan profesional.

Danwingdik 800/Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho
Danwingdik 800/Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho menyematkan brevet kepada salah satu prajurit yang merampungkan Kursus Paradasar TNI Angkatan Udara (TNI AU) ke-205. (Foto: Dok. Instagram @wingdik800pasgat)

“Ingatlah selalu, kehormatan dan kebanggaan sebagai penerjun payung harus dijaga dengan disiplin, profesionalisme, serta loyalitas tanpa batas kepada TNI Angkatan Udara, bangsa, dan negara,” pesan Kolonel Pas Harry dikutip dari unggahan instagram @windgik800pasgat.

Baca Juga: TNI AD Kerahkan 1.500 Prajurit, Alutsista Tank hingga Roket Astros di HUT ke-80

Untuk menjadi prajurit penerjun payung tidaklah mudah. Para prajurit harus menguasai ilmu dasar keprajuritan terjung payung atau keparaan, yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan keberanian. Dengan pengukuhan ini, para prajurit dinyatakan siap untuk mengemban tugas mulia menjaga kedaulatan udara Indonesia.

“Momen ini menjadi tonggak sejarah baru bagi para prajurit muda yang siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara di udara maupun di darat,” tegas Danwingdik 800/Pasgat. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.