Lima Prajurit Kopassus Naik Pangkat, Sandang Jenderal Bintang 1 hingga 2

Jakarta, IDM – Lima prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD mendapatkan kenaikan pangkat dan resmi menyandang Jenderal Bintang 1 (Brigjen) dan Bintang 2 (Mayjen).
Dilansir dari keterangan Penkopassus, Jumat (26/9) para prajurit ini juga menempati sejumlah jabatan strategis di lingkungan Kopassus.
Baca Juga: Anjangsana ke Try Sutrisno, Pesannya agar TNI Solid dan Menjaga Persatuan
Kenaikan pangkat ini ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1907/IX/2025 tanggal 22 September 2025. Para prajurit ini adalah bagian dari 177 perwira TNI yang naik pangkat.
Berikut daftar lengkap lima prajurit Kopassus yang naik pangkat
Baca Juga: Kejuaraan Taekwondo International Championship Panglima TNI Cup 2025 Resmi Dibuka
- Wakil Panglima Kopassus, Mayjen TNI Ferdial Lubis yang resmi menyandang pangkat Jenderal Bintang 2.
- Ir Kopassus, Mayjen TNI Putra Widiastawa yang resmi menyandang pangkat Jenderal Bintang 2.
- Asops Kopassus, Brigjen TNI IG Putra Yasa resmi menyandang pangkat Jenderal Bintang 1.
- Asintel Kopassus, Brigjen TNI Hendriyadi resmi menyandang pangkat Jenderal Bintang 1.
- Asren Kopassus, Brigjen TNI Donny Ismuali Bainuri resmi menyandang pangkat Jenderal Bintang 1. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































