HANKAM

Lima Pesawat Angkut TNI AU Bawa 1.000 Genset Listrik untuk Pemulihan Listrik Aceh

Pesawat C-130J Super Hercules
Pesawat C-130J Super Hercules yang dikerahkan oleh TNI AU untuk membawa bantuan genset ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mendukung upaya pemulihan pasokan listrik di Provinsi Aceh dengan mengerahkan lima pesawat angkut C-130 Hercules dan C-130J Super Hercules untuk mendistribusikan 1.000 unit genset ke wilayah terdampak bencana.

Pengiriman genset tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan ketersediaan listrik sementara bagi masyarakat, terutama di wilayah yang masih terganggu akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Baca Juga: Percepat Distribusi Bantuan Logistik, TNI AL Kerahkan KRI Makassar-590 di Aceh

Hingga saat ini, Kementerian ESDM mencatat sebanyak 224 desa di Aceh belum teraliri dengan listrik dan hal tersebut berdampak terhadap sekitar 35.000 rumah tangga. Untuk itu, distribusi genset akan diprioritaskan ke wilayah yang infrastrukturnya belum pulih, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Pesawat C-130J Super Hercules
Proses loading bantuan genset ke pesawat C-130 Hercules TNI AU untuk didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. (Foto: Dok. Dispenau)

Genset berkapasitas 5-7 KVA tersebut ditargetkan mampu melayani lima hingga sepuluh rumah per unit. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, genset yang sama juga dialokasikan ke tenda-tenda pengungsian agar aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan.

Bsca Juga: TNI AU Kerahkan Pesawat CN-235 Bantu Pencarian Korban Kecelakaan Speedboat di Perairan Yapen

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, pesawat-pesawat angkut TNI AU lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta) menuju Lanud Sultan Iskandar Muda (Aceh Besar), Bandara Malikussaleh (Lhokseumawe), dan Bandara Rembele (Bener Meriah) pada Sabtu (27/12). Dari tiga titik itu, bantuan kemudian diteruskan ke daerah yang masih membutuhkan pasokan listrik darurat.

“TNI Angkatan Udara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya percepatan proses pemulihan pascabencana dengan mengoptimalkan mobilitas udara dan memperkuat koordinasi lintas instansi,” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya dikutip Minggu (28/12). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.