Lima Hari Menjabat, Pangdam Merdeka Kunjungi Prajurit di Zona Merah Papua

Jakarta, IDM – Baru lima hari menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus langsung meninjau kondisi prajurit Satuan Tugas (Satgas) Yonif 712/Wiratama yang sedang bertugas di daerah operasi TK Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Kamis (18/12), kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengendalian dan Pengawasan Operasi (Dalwasops) guna memastikan pelaksanaan tugas satuan berjalan sesuai rencana, prosedur, dan arahan komando atas, mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi di lapangan.
Baca Juga: Jelang Nataru, Pangkogabwilhan III Pastikan Papua Aman dan Kondusif
Pangdam XIII/Merdeka tiba di Bandara Hitadipa langsung bertemu para prajurit Satgas Yonif 712/WT. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pelaksanaan tugas yang telah ditunjukkan selama bertugas di daerah operasi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga faktor keamanan dan kesehatan, meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Saya ingin melihat langsung kondisi pasukan saya di daerah operasi. Kita bertugas untuk rakyat. Prajurit telah mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Kalian sudah dilatih untuk bertugas di mana pun berada, namun tetap lakukan evaluasi, patuhi aturan, dan rebut hati rakyat. Jangan pernah melukai hati masyarakat,” tegas Pangdam.
Pangdam juga menegaskan bahwa tugas operasi merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi setiap prajurit. Seluruh personel diminta untuk terus memperkuat pembinaan teritorial serta hadir sebagai solusi atas berbagai kesulitan masyarakat di wilayah penugasan.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIII/Merdeka turut menyerahkan tali asih dan bingkisan Natal kepada masyarakat Kampung Hitadipa, bantuan obat-obatan, serta alat potong kayu (chainsaw) sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kebutuhan warga setempat. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































