Libatkan 1.000 Prajurit, TNI AD dan US Army Tuntaskan 15 Hari Latma di Baturaja

Jakarta, IDM – Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026 yang berlangsung selama 15 hari antara TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan United States Army (US Army) resmi berakhir. Latihan yang dilakukan dengan berbagai materi tersebut menjadi sarana menguji kemampuan bekerja bersama, memperkuat interoperabilitas, serta membangun komunikasi dan kepercayaan antarprajurit kedua negara.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Sabtu (29/8), upacara penutupan dipimpin Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo Paban VIII/Kermalat Non Asia Sopsad, selaku Inspektur Upacara, bersama Perwira Penanggung Jawab Operasi USARPAC, Kolonel Richard King. Upacara digelar di Lapangan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, Jumat (28/8).

Latma Diikuti 1.000 Prajurit
Pada kesempatan tersebut, Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan latihan bersama ini diikuti sekitar 1.000 prajurit TNI AD dan US Army.
Baca Juga: Langkah Tegas TNI AD Hadapi Proxy War dan Radikalisme yang Mengintai Papua
Ia mengatakan seluruh rangkaian latihan berlangsung aman, lancar, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Menurutnya, latihan memberikan kesempatan bagi kedua Angkatan Darat untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta memahami prosedur dan mekanisme kerja masing-masing dalam berbagai skenario operasi.
“Selama pelaksanaan latihan, kita telah saling belajar, bertukar pengalaman, memahami prosedur dan mekanisme kerja masing-masing pihak, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa semangat mutual respect, mutual benefit, dan mutual trust bukan hanya menjadi semboyan, namun telah diwujudkan dalam setiap tahapan pelaksanaan latihan,” ujarnya.

US Army Apresiasi Kedisplinan Prajurit TNI AD
Kolonel Richard King mengapresiasi kesiapan, disiplin, dan profesionalisme prajurit TNI AD selama latihan. Ia menilai kemampuan kedua pihak untuk berkoordinasi dan bekerja sebagai satu tim menunjukkan semakin kuatnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Kerja sama yang terjalin selama latihan ini sangat berharga. Kemampuan kita untuk berkoordinasi dan bertindak sebagai satu tim menunjukkan kekuatan hubungan kedua negara yang semakin kokoh,” ungkapnya.
Baca Juga: Satgas Gulbencal Pasmar 2 Gelar Trauma Healing dan Yankes bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT
Selama 15 hari, Latma Ksatria Warrior 2026 yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama pertahanan, meningkatkan kemampuan tempur bersama, serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan regional dan internasional ini mencakup berbagai kegiatan, antara lain Academic Day, Engineer Capabilities (ENCAP) melalui renovasi SDN 04 Peracak, Staff Exercise (Staffex), Field Training Exercise (FTX), serta Live Fire Exercise (LFX). Materi tersebut menguji kemampuan prajurit dalam aspek teknis, taktis, staf, hingga koordinasi operasi.
Selain kemampuan militer, latihan juga memperkuat hubungan antarprajurit melalui interaksi sosial dan pertukaran budaya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung semangat persaudaraan, saling menghormati perbedaan budaya, serta menghargai kedaulatan masing-masing negara.
Tuntasnya Latma Ksatria Warrior 2026 menjadi bagian dari kesinambungan kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat. Berbagai pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama latihan diharapkan dapat memperkuat profesionalisme dan interoperabilitas prajurit, sekaligus semakin memperkokoh kepercayaan serta persahabatan TNI AD dan US Army.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































