Lewat Teleconference, KSAD-AS Penuhi Permintaan Jenderal Andika Perkasa

Jakarta, IDM- Hanya meminta melalui teleconference, keinginan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa langsung dipenuhi Chief of Staff of the Army United State atau KSAD AS, General James C. McConville. Banyak hal yang dibicarakan melalui sambungan jarak jauh tersebut. Mulai dari membincangkan penanganan Covid19, terutama pelaksanaan vaksinasi Covid19 sampai dengan pengiriman 125 anggota TNI mengikuti latihan di AS dalam joint readiness training center (JRTC) di Fort Polk Lousiana 19 September 2020 hingga 3 November 2020.
Saat membicarakan JRTC tersebut, Jenderal Andika meminta kepada General McConville untuk mendokumentasikan kedatangan hingga kepulangan anggota TNI tersebut dan mengirimkannya kepada Andika.
“Ini adalah momen terbesar kami dengan mengirimkan 125 pasukan, sehingga kami ingin kegiatan-kegiatan berharga di sana dapat direkam dan didokumentasikan. Saya pasukan saya berada di tangan yang tepat,” ujar KSAD Andika Perkasa seperti dikutip 22 Oktober 2020.
Permintaan itu langsung disanggupi General McConville dan memastikan memanggil stafnya untuk segara memenuhi permintaan Jenderal Andika Perkasa. Di penghujung pembicaraan tersebut, Andika Perkasa juga menitipkan pasukan TNI AD tersebut diperbolehkan mempelajari taktik opposing force. (nhn/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































