HANKAM

Lembaga Farmasi TNI AD akan Lakukan Reorganisasi Setelah Diambil Alih Kemhan

Kapuskesad Mayjen dr Bima Wisnu Nugraha
Kapuskesad Mayjen dr Bima Wisnu Nugraha di RS PPN Soedirman Jakarta Selatan. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Lembaga Farmasi (Lafi) TNI Angkatan Darat akan melakukan re-organisasi atau penyesuaian struktur setelah diambil alih Kementerian Pertahanan RI.

"Ya nanti tentunya sesuai dengan ketentuan, tentu ada re-organisasi, khususnya di lembaga farmasi pertahanan TNI,” ujar Kepala Pusat Kesehatan TNI AD (Kapuskesad) Mayjen dr Bima Wisnu Nugraha saat ditemui di RS PPN Soedirman, Jakarta Selatan, Kamis (2/10).

Selain Lafi TNI AD, Kemhan RI juga mengambil alih Lafi TNI AL, Lafi TNI AU, dan Lembaga Biologi dan Vaksin (Labiovak) TNI AD.

Baca Juga: Pesawat TNI AU Terbangkan Ratusan Kadet KKRI Papua ke Jakarta untuk HUT ke-80 TNI

Bima mengatakan, reorganisasi Lafi TNI tiga matra sedang berproses.

Pada hari ini, Lafi TNI tiga matra seharusnya melakukan rapat dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait pengambilalihan Lafi TNI. Namun, rapat itu batal karena Menhan Sjafrie diminta menghadap Presiden Prabowo Subianto.

“Ini kan baru alih kodal (komando pengendalian), makanya rapat ini salah satunya untuk mengkoordinasikan keterkaitan itu,” ujar Kapuskesad.

Baca Juga: 1.047 Alutsista akan Dilibatkan dalam Puncak Perayaan HUT ke-80 TNI, Presiden Prabowo Jadi Irup

Nantinya, Lafi TNI tiga matra akan berada di bawah komando Pusat Farmasi Pertahanan, Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan (Baharwathan) Kemhan RI.

“Terhitung mulai dari 1 Oktober ini, tadinya Lafi ini berada di bawah Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Untuk tata kelola yang lebih baik, lebih efisien, nanti kami arahkan untuk kami kelola menjadi satu di bawah Kementerian Pertahanan,” ujar Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto di Kemhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (1/10).

Wamenhan RI mengatakan, Pusat Farmasi Pertahanan juga akan memproduksi obat-obatan untuk penyakit seperti diabetes, jantung, dan tekanan darah tinggi. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.