Lebih dari 40.000 Personel TNI Siaga Tangani Karhutla

Jakarta, IDM – Perwira Staf Ahli Panglima TNI Marsekal Muda Esron Sinaga yang ditunjuk sebagai Wakil Pengarah Tim Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), mengungkapkan bahwa lebih dari 40.000 personel TNI disiapsiagakan untuk tangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (21/10), ia menegaskan semua pihak baik itu TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara terlibat dalam upaya menangani karhutla. Sebab, salah satu tugas TNI adalah Operasi Militer Selain Perang (OMSP) khususnya membantu penanggulangan bencana.
"Personel siaga saja untuk wilayah Sumatra Selatan (sebanyak) 12.700 [orang]. Jadi kita benar-benar support kegiatan ini karena ini tugas kami juga, yakni Operasi Militer Selain Perang adalah tugas perbantuan TNI di situ," ujarnya.
Baca Juga: TNI AD Wisuda 90 Prajurit Hukum, Siap Mengabdi untuk NKRI
"Kemudian juga di Kalimantan Tengah kita menyiapkan 16.387 orang. Jadi cukup banyak yang kita kerahkan, ini atas perintah langsung Bapak Panglima TNI," jelasnya.
Lalu, terdapat sekitar 17.927 personel yang siaga di Kalimantan Tengah. "Jadi tiga provinsi ini sudah kita berdayakan personel untuk penanganan karhutla. Jadi cukup masif 40 ribu personel yang terdiri dari personel TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara," imbuhnya.
Selain itu, berbagai alutsista juga dikerahkan untuk mendukung OMC termasuk Pesawat CASA NC-212 TNI Angkatan Udara, yang disebar sebanyak dua unit di Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang dan tiga unit di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarmasin. Kelima pesawat diterbangkan untuk penyemaian bahan semai berupa dry ice dan garam di wilayah sasaran.
Baca Juga: KSAD Tandyo: Prajurit Hukum TNI AD Harus Siap Hadapi AI dan Kejahatan Siber
Komandan Grup 1 Angkut, Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma menuturkan, sebanyak dua Pesawat C-130 Super Hercules dan A400M pun ditugaskan untuk mengangkut bahan OMC guna mendukung penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra tersebut.
"Salah satu permasalahan adalah sulitnya mendapatkan dry ice, kita kerahkan dua Pesawat Hercules untuk mendorong dry ice dari Jakarta menuju Palembang dan Banjarmasin. Terbang sehari tiga sortie atau lebih. Kami siap selama 24 jam untuk mendorong logistik ke spot-spot tersebut, " ucapnya.
"Permasalahan selanjutnya adalah sifat dry ice yang mudah terurai. Sehingga, penyimpanan menjadi krusial. Pagi ini kita dorong dua kontainer pendingin ke Banjarmasin dan dua kontainer pendingin ke Palembang. Sehingga semua kekuatan Angkatan Udara akan kita kerahkan untuk mendukung kegiatan OMC," jelasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































