Latsarmil Komcad ASN Gelombang II Dimulai, Kemhan Tekankan Latihan untuk Pelayanan Publik

Jakarta, IDM – Proses pelatihan dasar militer (latsarmil) komponen cadangan (komcad) aparatur sipil negara (ASN) gelombang kedua telah dimulai.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Letjen TNI Gabriel Lema telah memimpin apel pemberangkatan calon komcad ASN kementerian/lembaga gelombang kedua di Brigif I Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/8).
Proses dimulai dengan pemeriksaan kesehatan yang diikuti 2.590 ASN dari 50 kementerian/lembaga. Kemudian, terpilih 2.015 ASN yang lolos seleksi.
Baca Juga: Drone Deteksi Pergerakan OPM, Prajurit Habema Sita Senjata di Gamagai
“Kami akan melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu seleksi mental ideologi, psikologi, dan kesamaptaan,” kata Kabacadnas Gabriel Lema.
Seleksi kemudian diarahkan ke lima satuan pendidikan (satdik), antara lain Pusdikkes Puskesad, Brigif I Pasmar I, Pusbahasa Kodiklatau, Batalion 461/Pasgat, dan Batalion 465/Pasgat. Kelima satdik tersebut akan menggembleng para ASN untuk ditetapkan menjadi komcad.

“Setelah seleksi tiga materi tersebut, direncanakan pelaksanaan latsarmil akan dibuka pada tanggal 24 Agustus 2026. Proses (latsarmil) ini sesuai program, berjalan selama kurang lebih 1,5 bulan,” tutur Gabriel.
Setelah dilaksanakan evaluasi dari gelombang pertama, Kemhan menekankan bahwa latsarmil akan fokus kepada hal-hal yang berkaitan pelayanan publik.
Baca Juga: TNI Kerahkan Personel dan Alutsista untuk Bantu Korban Gempa NTT
“Kalau ASN kan bersifat pelayanan publik. Dalam konteks pelayanan publik ini kami harapkan dilakukan secara lebih berkualitas lagi,” kata Gabriel.
“Ini tidak sekadar evaluasi (latsarmil), tetapi bagaimana hasil evaluasi itu kita perlu melakukan suatu pola dalam konteks peningkatan, baik itu peran serta, kemudian merancang kebersamaan di tugas-tugas pelayanan,” ujar Kabacadnas.
Adapun dalam gelombang pertama yang selesai pada awal Juni 2026, pemerintah telah melantik 1.764 ASN menjadi komcad.
“Proyeksi tahun 2026, 4.000 anggota komcad ASN kementerian/lembaga sudah diprogramkan untuk dibentuk,” kata Gabriel.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































