Latihan Terbang Malam Asah Kemampuan dan Profisiensi Fighters Lanud Iswahjudi

Jakarta,IDM - Para penerbang tempur Lanud Iswahjudi menggelar latihan terbang malam untuk meningkatkan profesionalisme personel, baik skill maupun kemampuan terbang (profesiensi) para penerbang termasuk kesiapan seluruh ground crew pesawat.
Dengan demikian, latihan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan keprofesionalitasan para penerbang secara berjenjang dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman, serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain, baik yang datang pada waktu siang hari maupun pada malam hari.
Para penerbang yang berasal dari Skadron Udara 2, Skadron Udara 14, dan Skadron Udara 15 akan melaksanakan latihan terbang malam dengan area latihan di sekitar aerodrome Lanud Iswahjudi selama dua pekan yang dimulai sejak Rabu (19/10).
“Selama pelaksanaan latihan ini selalu utamakan faktor safety atau keselamatan terbang dan kerja, serta memperhatikan faktor cuaca di aerodrome Iswahjudi sehingga seluruh rangkaian latihan dapat terlaksana dengan aman, lancar dan tujuan dari latihan dapat tercapai,” ungkap Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Irwan Pramuda seperti dikutip dari keterangan Penerangan Lanud Iswahjudi. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































