Latihan Tembak Meriam Howitzer, Prajurit Marinir Diuji Kecepatan dan Ketepatan

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Howitzer 1 Marinir menguji kemampuan dan ketepatannya dalam latihan gun drill penembakan meriam Howitzer 105 mm di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Kamis (30/10).
Komandan Batalyon Howitzer 1 Marinir Letkol (Mar) Hana Prasetyaji menyebutkan latihan gun drill menjadi ajang bagi para prajurit artileri medan untuk mengasah keterampilan menembak dan mempertajam naluri tempur.
Baca Juga: Prajurit Muda Batalyon Arhanud Marinir Belajar Operasikan Rudal Strela 1
“Mereka melatih setiap bagian penting dalam tugas artileri, mulai dari peninjau depan, pengukur medan, pimpinan penembakan, hingga awak pucuk meriam 105 mm,” ujarnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Hana juga mengatakan, latihan tersebut bertujuan menjaga profesionalisme dan kesiapan tempur pasukan artileri medan agar selalu siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.
Baca Juga: Isi “Choke Point”, Menhan Targetkan Indonesia Punya 30 Kapal Selam Nirawak pada 2026
“Kegiatan ini untuk memelihara kemampuan taktik, teknik, serta naluri tempur prajurit agar tetap terjaga dengan baik. Harapannya, latihan berjalan lancar dan seluruh personel siap menghadapi setiap tugas,” katanya.
Adapun meriam Howitzer 105 mm adalah senjata artileri lintas lengkung berdaya ledak tinggi yang mampu memberikan dukungan tembakan tidak langsung hingga jarak belasan kilometer. Senjata ini berperan penting dalam menghancurkan kubu lawan atau memberikan perlindungan bagi pasukan infanteri di garis depan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































