Latihan Operasi Pertahanan Pantai 2025, TNI AL Perkuat Strategi Hadapi Ancaman di Wilayah Pesisir

Jakarta, IDM – Dinas Operasi dan Latihan TNI AL (Disopslatal) menyelenggarakan Pelatihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) 2025 yang dibuka oleh Komandan Kolat Koarmada RI Laksamana Pertama Musleh Yadi, Jakarta, Senin (8/9).
Latihan ini diarahkan untuk meningkatkan kesiapan prajurit TNI AL dalam menghadapi dinamika ancaman terhadap keamanan wilayah pesisir dan garis pantai Indonesia.
Baca Juga: KRI Brawijaya-320 Perkuat Koarmada II, KSAL Ingatkan ABK Kuasai Teknologi Canggih Fregat Baru
“Dengan kompleksitas tantangan yang terus berkembang di lingkungan strategis, kemampuan menguasai taktik serta strategi pertahanan pantai sangat penting untuk memperkuat postur pertahanan maritim nasional,” ujar Yadi, dikutip dari laman TNI AL.
Selama latihan berlangsung, para prajurit TNI AL akan mengikuti sejumlah materi yang mencakup taktik pertahanan pantai, peningkatan koordinasi lintas satuan, hingga pelaksanaan simulasi operasi di lapangan.
Yadi menjelaskan, Operasi Pertahanan Pantai (Opshantai) merupakan bentuk operasi gabungan yang dilaksanakan Komando Tugas Gabungan Pertahanan Pantai (Kogasgabhantai) dengan TNI AL sebagai kekuatan inti, serta diperkuat oleh unsur TNI AD dan TNI AU.
“Operasi pertahanan pantai bertujuan menggagalkan operasi amfibi musuh, mencegah penghancuran sasaran di wilayah pantai maupun daratan oleh kekuatan laut musuh, serta menutup peluang masuknya kekuatan laut ke medan perlawanan melalui jalur-jalur strategis,” jelasnya.
Baca Juga: TNI AL Kirim Awak KRI Prabu Siliwangi ke Italia Oktober 2025
Terlebih, keberadaan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) saat ini merupakan unsur komando pelaksana Koarmada RI yang memiliki tugas utama menyelenggarakan operasi pertahanan pantai.
“Melalui latihan ini, TNI AL menegaskan komitmen menjaga kedaulatan maritim sekaligus memastikan keamanan wilayah pesisir sebagai garis pertahanan terdepan negara, sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali,” tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































