Latihan Kesiagaan II “Wijaya Sakti”, Koharmatau Perkuat Dukungan Operasi Udara

Jakarta, IDM – Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) menggelar Latihan Kesiagaan II Tahun Anggaran 2026 dengan sandi "Wijaya Sakti". Latihan tersebut dibuka oleh Komandan Koharmatau Marsma TNI Rudolf P. Buulolo selaku Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat) di Mako Koharmatau, Bandung, Rabu (8/7).
Sebagai unsur pembina dan pelaksana fungsi pemeliharaan materiel TNI AU, Koharmatau bertugas menjaga kelaikan dan kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista). Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Koharmatau secara berkala menggelar latihan kesiagaan guna meningkatkan kemampuan personel pemeliharaan.
Baca Juga: Cara Unik Kodam Jaya dan Polda Metro Jaga Stabilitas Jakarta
Salah satunya melalui Latihan Kesiagaan II "Wijaya Sakti", yang dirancang untuk menguji personel, organisasi, prosedur, dan peralatan melalui pengerahan Tim Bantuan Pemeliharaan Lapangan (Banharlap) dalam mendukung operasi udara TNI AU.

Dalam sambutannya, Rudolf menegaskan bahwa keberhasilan operasi udara tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel penerbang dan satuan operasi. Menurutnya, kesiapan sistem dukungan pemeliharaan materiel juga memegang peranan penting untuk menjamin kelaikan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Ia mengatakan, dinamika perkembangan lingkungan strategis menuntut TNI AU memiliki kesiapan operasi yang semakin tinggi. Oleh karena itu, kemampuan melaksanakan Bantuan Pemeliharaan Lapangan (Banharlap) secara cepat, terpadu, profesional, dan tepat sasaran harus terus ditingkatkan.
Baca Juga: Aksi Kilat Prajurit TNI Selesaikan Misi PBB Tuai Pujian Internasional
"Kemampuan melaksanakan Bantuan Pemeliharaan Lapangan (Banharlap) secara cepat, terpadu, profesional, dan tepat sasaran menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesinambungan serta keberhasilan dukungan terhadap setiap operasi udara yang dilaksanakan TNI Angkatan Udara," ujar Rudolf, dikutip dari unggahan Instagram @koharmatau04, Rabu (8/7).
Menurut Penerangan Koharmatau, peserta akan menjalani berbagai materi, mulai dari mobilisasi personel, pengerahan (deployment), analisis gangguan (troubleshooting), perbaikan di lapangan, pemulihan (recovery) alutsista, hingga koordinasi lintas satuan kerja. Seluruh rangkaian latihan disusun menyerupai kondisi penugasan di lapangan agar personel mampu merespons berbagai kendala teknis secara cepat dan sesuai prosedur.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































