Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa, KSAU: Tingkatkan Kemampuan hingga Interoperabilitas Jajaran Koopsud I serta Kopasgat

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengatakan, Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa bertujuan untuk meningkatkan serta menguji kemampuan, interoperabilitas, dan profesionalisme personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) di jajaran Koopsud I dan Kopasgat dalam merencanakan serta melaksanakan strategi operasi udara.
Dengan demikian, mereka dapat menghadapi berbagai kemungkinan kontijensi yang terjadi di wilayah tugasnya masing-masing sebagai bagian dari tugas penjaga NKRI di wilayah barat.
Baca Juga: Satgas Kizi TNI Konga Terima Penghargaan dari PBB, Ini Rinciannya
“Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa tahun ini saya nilai berhasil, sasaran hancur semua dan yang paling penting terwujud safety dengan tercapainya zero accident,” imbuh KSAU usai menyaksikan latihan tersebut di air weapon range (AWR) Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Tulang Bawang, Lampung, Selasa (11/6).

Lebih lanjut KSAU menjelaskan bahwa latihan juga dilaksanakan sesuai dengan slogan TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis). Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan operasi teritorial dengan memberi bantuan sosial berupa sembako kepada perwakilan warga yang berada di sekitar Lanud M. Bun Yamin.
“Kita harus selalu dekat dengan rakyat, mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat khususnya warga sekitar Lanud Bun Yamin,” pungkas Marsekal TNI Tonny.
Baca Juga: Jalankan Misi Strategis, Pesawat C-130J Super Hercules Angkut Motor Pompa Transmisi Air Minum untuk IKN
Melansir keterangan Dispenau, Rabu (12/6), sejumlah unsur satuan TNI AU dikerahkan dalam latihan ini di antaranya satuan pesawat tempur F-16 dan Hawk 100/200; pesawat Hercules C-130 dan pesawat CN 295; pesawat Intai B 737; Helikopter Super Puma, Caracal dan Colibri.
Satuan lainnya adalah satuan tempur darat Satbravo 90 dan Kopasgat dengan dukungan delapan Satuan Tugas (Satgas) yaitu Satgas Hanud; Satgas Dukungan Operasi; Satgas Intelijen; Satgas Komlek; Satgas Info; Satgas Khusus; Satgas Kesehatan; dan Satgas Teritorial yang melibatkan 750 personel gabungan dari Koopsud I serta Kopasgat. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































