Latihan Armada Jaya ke-43: TNI AL Uji Doktrin dan Rencana Operasi Gabungan di Surabaya

Jakarta, IDM – TNI AL menguji doktrin dan rencana operasi gabungan melalui latihan Armada Jaya ke-43 yang dibuka oleh Komandan Kodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah di Surabaya, Senin (15/9).
Latihan Armada Jaya tahun ini dilaksanakan dengan metode geladi posko, yang menekankan pada Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) serta pengujian rencana operasi menggunakan Tactical Floor Game (TFG) yaitu simulasi berbasis peta dan miniatur untuk memvisualisasikan manuver pasukan sebelum operasi.
Nur Alamsyah menegaskan, latihan Armada Jaya bertujuan meningkatkan profesionalisme unsur pimpinan dan staf komando tugas gabungan.
Baca Juga: HUT ke-80 TNI: Angkatan Laut Siapkan 50 KRI, 25 Pesawat, dan Demo Pasukan Khusus di Teluk Jakarta
"Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Karena itu, kemampuan menyusun perencanaan operasi yang realistis, terstruktur, dan matang menjadi kunci utama keberhasilan setiap operasi militer," ujar Nur Alamsyah, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Selasa (16/9).
Dalam struktur latihan, digelar sejumlah komando tugas gabungan yang meliputi mencakup Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) memimpin operasi di laut, Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) untuk operasi pendaratan pasukan, serta Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) bertanggung jawab pada dukungan logistik dan perbekalan pasukan.
Selain itu, terdapat Komando Tugas Gabungan Pertahanan Pantai (Kogasgabhantai) yang menggelar pertahanan wilayah pesisir, serta Komando Tugas Gabungan Penanggulangan Reaksi Cepat (Kogasgab PRC) TNI yang disiapkan untuk menghadapi ancaman separatis bersenjata maupun kontinjensi khusus.
Dukungan operasi juga diperkuat oleh Satuan Tugas Dukungan Intelijen yang menyajikan data dan informasi medan, serta Satuan Tugas Dukungan Pasukan Khusus (Satgasduk Passus) berasal dari unsur pasukan elite TNI seperti Kopaska, Taifib, dan Kopassus.
Baca Juga: TNI Bantah Ada Penembakan Brutal Terhadap Pelajar di Yalimo
Nur Alamsyah juga menjelaskan, latihan Armada Jaya ke-43 mengangkat tema operasi laut gabungan, operasi amfibi, operasi pendaratan administrasi, pertahanan pantai, hingga penanggulangan gerakan separatis bersenjata.
"Wilayah operasi yang digunakan dalam skenario meliputi Indonesia barat bagian utara, Indonesia timur bagian utara, dan Jawa Timur," jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya latihan sebagai sarana untuk menyamakan persepsi, pola pikir, dan pola tindak di antara unsur pimpinan serta staf. "Latihan Armada Jaya menjadi wahana untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antar-satuan dalam menghadapi operasi gabungan," tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































