Laporan Kenaikan Pangkat, 5 Perwira Tinggi TNI AU Menyandang Pangkat Baru

Jakarta, IDM - Sebanyak lima perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Udara (TNI AU) mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1088/VI/2023 tanggal 13 Juni 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.
Kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan atas prestasi serta dedikasi mereka kepada bangsa dan negara. Bersama dengan Pati TNI AD dan TNI AL, kelima Pati TNI AU melaporkan kenaikan pangkat mereka kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono di Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (15/6).
Dikutip dari keterangan TNI AU dalam keterangan foto di instagram @militer.udara, Jumat (16/6), dua Pati TNI AU berhak menyandang pangkat bintang dua, seperti Marsda TNI Paminto Bambang Pamungkas (Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas) dan Marsda TNI I Made Susila A. (Wadan Kodiklatau).
Baca Juga: Pimpin Sertijab Dansatkomlek dan Kapusinformar, Ini Pesan Panglima TNI
Adapun tiga Pati TNI AU lainnya berhak menyandang pangkat bintang satu seperti Marsma TNI Benny Arfan, (Danlanud Hnd), Marsma TNI Destianto Nugroho Utomo (Dir B Bais TNI), serta Marsma TNI Joko Winarto, S.E. (Irum Itjenau). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































