Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Latihan Terbang Malam, Kerahkan Sukhoi hingga Hercules C-130H

Jakarta, IDM – Lanud Sultan Hasanuddin menggelar latihan terbang malam untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan operasi dengan mengerahkan pesawat Sukhoi SU-30 MK2; pesawat Boeing 737-200; hingga pesawat Hercules C-130H.
Latihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari dan telah dimulai sejak Selasa (21/1). Dalam pelaksanaannya, tiga skadron udara Lanud Sultan Hasanuddin turut dilibatkan, yaitu Skadron Udara 11 (homebase pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2) di bawah pimpinan Komandan Skadron (Danskadron) Letkol Pnb Andry Libarsyah Agung Nugroho.
Baca Juga: KSAU Pimpin Serah Terima Dua Jabatan Strategis TNI AU
Kemudian, Skadron Udara 5 (homebase pesawat intai strategis Boeing 737-200) dengan pimpinan Letkol Pnb Devi Oktaviandra. Dan Skadron Udara 33 (homebase pesawat angkut Hercules C-130J) di bawah pimpinan Letkol Pnb A. M. Averroes A. M.
Masing-masing pesawat memiliki fokus latihan yang berbeda. Pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 melakukan latihan profisiensi sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan para penerbang tempur (fighter) dalam melaksanakan misi penerbangan di malam hari.

Kemudian, para penerbang pesawat Boeing 737-200 melaksanakan latihan terbang malam yang berfokus pada Profile Circuit Instrument Landing System (ILS) Touch and Go. Di sisi lain, pesawat Hercules C-130H dikerahkan untuk melatihan para penerbangnya dalam hal Pattern Flight NVG.
Baca Juga: Sebanyak 6 Mahasiwa Universitas Pertahanan Ikut Pertukaran Pelajar ke India
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto yang berkesempatan untuk meninjau langsung pelaksanaan latihan terbang malam tersebut mengatakan, latihan ini digelar untuk melatih serta meningkatkan kemampuan para penerbang dan kru pesawat dalam menghadapi berbagai skenario misi, termasuk operasi malam hari yang membutuhkan tingkat konsentrasi dan keahlian tinggi.
“Latihan ini merupakan upaya Lanud Sultan Hasanuddin untuk memastikan para penerbang mampu melaksanakan tugas dalam kondisi apa pun, baik siang maupun malam, demi mendukung tugas operasi TNI Angkatan Udara secara keseluruhan,” ujar Marsma TNI Arifaini dikutip dari keterangan Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin dikutip dari keterangan foto dalam Instagram @lanudsultanhasanuddin_, Jumat (24/1). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































