HANKAM

Lanud Sjamsudin Noor Siapkan Tangki Portable untuk Penanganan Titik Rawan Karhutla

Personel Lanud Sjamsudin Noor
Personel Lanud Sjamsudin Noor menyiapkan tangki portable sebagai upaya penanganan karhutla wilayah Kalimantan Selatan. (Foto: Dok. Pen Lanud Sjamsudin Noor)

Jakarta, IDM – Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor menyiapkan tangki portable penampungan sekaligus pencampuran cairan pendingin yang digunakan untuk memadamkan api dan pembahasan lahan.

Langkah ini disiapkan sebagai upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan

Tangki portable disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional Lanud Sjamsudin Noor dalam memitigasi potensi karhutla, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Cairan yang disiapkan, nantinya dapat dimanfaatkan dalam membantu proses mendinginkan titik api dan membasahi area yang berpotensi kembali terbakar.

Baca Juga: Kolonel Fuad Hasan, Perwira yang Dipercaya jadi Komandan Pertama Calon Kapal Induk Sriwijaya

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menjelaskan bahwa kesiapan sarana pendukung menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla.

“Sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika ditemukan titik rawan maupun bara yang masih berpotensi menyala kembali,” kata Hilman, dikutip dari Penerangan Lanud, Jumat (18/9).

Selain mendukung pemadaman, kata Hilman, keberadaan tangki portable juga diharapkan dapat mempercepat proses pembasahan lahan di sekitar jalur akses menuju bandara yang memiliki aktivitas cukup tinggi.

“Penanganan Karhutla memerlukan kesiapan personel, peralatan, serta langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan, tanpa harus menunggu api membesar, setiap potensi harus diantisipasi dan ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

Operasi Water Bombing

Sementara itu, Jumat (18/9), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi udara penanggulangan karhutla dengan teknik water bombing di enam provinsi.

Operasi ini menyasar titik-titik kebakaran di Sumatra dan Kalimantan, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi jarak pandang (visibility) di lapangan.

Adapun wilayah yang menjadi fokus water bombing adalah di Kalimantan Barat. BNPB mengerahkan berbagai tipe helikopter ke Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Melawi, dan Sintang.

Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masih Berbendera Italia, Resmi jadi KRI Sriwijaya 24 September

Helikopter yang dikerahkan ke Kalimantan adalah Sikorsky EH-60A N61AA, Super Puma H225 VH-HGM,

Selain Kalimantan Barat, di wilayah Kalimantan Tengah juga dilakukan water bombing di dua titik, yakni Kecamatan Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala.

Untuk operasi water bombing di Kalimantan Selatan, operasi difokuskan di sekitar Bandara Syamsudin Noor. Helikopter diarahkan ke titik api ring 1 bandara dan sekitar Rumah Sakit Samli. Satu unit helikopter lain disiagakan menunggu hasil patroli darat.

Sementara, operasi penanggulangan karhutla di Provinsi Sumatra terbagi di beberapa lokasi, antaranya Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.