HANKAM

Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Project Management Review Jelang Hadirnya Pesawat Tempur Rafale

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris memimpin Project Management Review (PMR) kedua pengadaan pesawat tempur Rafale. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

Jakarta, IDM – Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris memimpin Project Management Review (PMR) kedua pengadaan pesawat tempur Rafale yang bakal memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

PMR digelar di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (16/10) dan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), Markas Besar TNI AU (Mabesau), serta produsen pesawat Rafale yakni Dassault Aviation.

Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin dalam keterangan resminya yang dikutip Sabtu (18/10) menjelaskan, rapat tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, serta evaluasi terhadap pencapaian proyek berdasarkan rencana kerja yang telah disusun bersama.

Baca Juga: Danyon Zipur 10 Kostrad Resmi Berganti, Tongkat Estafet Kepemimpinan Diserahkan di Pasuruan

Selain evaluasi, Project Management Review juga menguraikan langkah-langkah menuju fase berikutnya, seperti rencana kedatangan unit pertama Rafale ke Indonesia dan pelatihan teknis bagi personel TNI AU.

PMR
Project Management Review (PMR) kedua pengadaan pesawat tempur Rafale yang digelar di Lanud Roesmin Nurjadin. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

“PMR ini sangat penting untuk mengawal dan memastikan kelancaran proyek pengadaan pesawat Rafale serta seluruh dukungannya agar dapat tercapai dengan baik,” ungkap Komandan Lanud Roesmin Nurjadin.

Sebagai home base pertama Rafale, Lanud Roesmin Nurjadin menegaskan komitmen mereka dalam mendukung setiap tahapan operasional Rafale di lingkungan TNI AU, yang mencakup pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga: Dankodiklatau Pimpin Upacara Wingday Penerbang TNI AU Lulusan Program ALP Amerika Serikat

Sementara itu, pihak Dassault Aviation memaparkan sejumlah capaian penting dalam proyek pengadaan Rafale, termasuk progres pembangunan fasilitas operasional dan pelatihan di Lanud Roesmin Nurjadin.

Batch pertama pesawat tempur Rafale direncanakan hadir di Indonesia pada awal tahun 2026. Secara total, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI meneken kontrak pengadaan pesawat tempur generasi 4,5 itu sebanyak 42 unit.

Kedatangan Rafale beserta persenjataan dan perangkat pendukungnya dalam beberapa tahun mendatang diharapkan akan meningkatkan kekuatan serta kesiapan TNI AU secara signifikan dalam menjaga kedaulatan negara di udara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.