HANKAM

Lanud Dhomber dan Lanud Supadio Siapkan Dukungan OMC untuk Atasi Karhutla Kalimantan

Personel TNI AU
Personel TNI AU melakukan pemadaman titik api di lokasi karhutla. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Dua pangkalan TNI Angkatan Udara yakni Lanud Dhomber dan Lanud Supadio menyiapkan dukungan operasi udara untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) yang dikutip Sabtu (22/8), dukungan Lanud Dhomber berfokus pada pelaksanaan OMC di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) serta Kalimantan Timur.

Dalam pelaksanaannya, Lanud Dhomber bersinergi dengan Otorita IKN serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG). Sinergi tersebut berfokus untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan sekaligus membantu memitigasi dampak musim kering di wilayah Kalimantan Timur.

Baca Juga: TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Berbagai Titik di Indonesia

Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pesawat, personel, serta bahan semai untuk mendukung pelaksanaan OMC yang berlangsung pada 22 hingga 27 Agustus 2026.

Personel TNI AU
Pengecekan kesiapan garam Natrium Klorida (NaCl) sebagai bahan semai dalam operasi modifikasi cuaca. (Foto: Dok. Dispenau)

"Pada hari ini sudah ada satu BKO pesawat Casa NC-212 Skadron Udara 4 dengan kru yang sesuai dengan perintah untuk mendukung kegiatan operasi modifikasi cuaca mulai dari tanggal 22 Agustus sampai dengan 27 Agustus," kata I Gusti.

Di sisi lain, dukungan OMC Lanud Supadio diperuntukkan bagi wilayah Kalimantan Barat. Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono menjelaskan, dukungan tersebut dilaksanakan secara terpadu bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Baca Juga: Akses Terbatas, Caracal TNI AU Angkut Satu Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

“Melalui water bombing, helikopter dikerahkan untuk melakukan pemadaman langsung dari udara pada titik-titik karhutla yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemadaman, terutama di kawasan gambut dan wilayah dengan akses darat yang terbatas,” jelas Sidik.

Selain pemadaman langsung, Lanud Supadio mendukung pelaksanaan OMC sebagai upaya mitigasi untuk meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sasaran. Operasi tersebut diarahkan untuk membantu mempercepat turunnya hujan, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan dan memiliki potensi karhutla tinggi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.