Lanud Adisutjipto Kelola Lahan Seluas 24 Hektar untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta, IDM – Lanud Adisutjipto mengelola lahan seluas 24 hektar yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, perkebunan, serta budidaya perikanan sebagai wujud nyata atas komitmen mereka dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Lima Jabatan Strategis TNI AD Dirombak, Ada Pangdam IX/Udayana
Dalam pelaksanannya, personel Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) Lanud Adisutjito terus melakukan pengecekan dan perawatan terhadap tanaman jagung varietas Bonanza F1 yang ditanam di lahan lanud seluas kurang lebih 5.000 meter, Jumat (11/4).

“Perawatan meliputi pemupukan, penyiraman, serta pengendalian hama secara berkala guna memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal,” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dikutip Senin (14/4).
Baca Juga: Marinir Ajarkan Pendidikan Dasar Militer kepada Peserta SPPI
Jagung jenis Bonanza F1 memiliki produktivitas yang tinggi dan diperkirakan dapat dipanen dalam jangka waktu 65 hingga 68 hari dengan potensi hasil mencapai lima ton.
Selain itu, varietas ini juga dikenal dengan cita rasa manis, ukuran besar, tekstur lembut, warna kuning cerah, serta ketahanannya terhadap penyakit dan karat daun. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































