Lantik 350 Perwira Prajurit Karier, Panglima TNI Tekankan 5 Poin Penting

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melantik 350 perwira prajurit karier di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (22/07). Dalam kesempatan tersebut, Agus menekankan lima poin penting.
Pertama, Agus meminta para perwira untuk mengamalkan nilai-nilai sapta marga sumpah prajurit dan 8 wajib TNI dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Baca juga: Program TNI Jembatan Gantung Merah Putih di Jawa Tengah
Kedua, ia juga meminta perwira untuk selalu semangat dan bertekad serta tanggap, tangguh dan trengginas untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas. "Ketiga, agar perwira memegang teguh kode etik perwira budi bakti wirautama dimanapun berada dan bertugas," kata Agus.
Kemudian, Agus juga mengarahkan para perwira untuk memanfaatkan kecanggihan dan kemajuan teknologi untuk menunjang tugas yang akan diemban. "Karena institusi TNI menuntut sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas," sambung Agus.
Baca juga: Sebulan Dibekali Teknik Tempur, 450 Prajurit Jaya Yudha Siap Terbang ke Papua
Terakhir, Agus pun menegaskan para perwira agar menjadi generasi TNI yang dapat diandalkan dan menjadi bagian dari TNI yang profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif.
Adapun ratusan perwira yang dilantik hari ini terdiri dari 141 personel TNI AD; 108 prajurit TNI AL dan 108 dari TNI AU. Letda (T) Afiya Karyana Bashyari dari matra laut dan Letda Chk (K) Gabriella Monica Muaya dari matra darat meraih predikat perwira terbaik. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































