Lantamal XIII dan Kemenkopolhukam Optimalisasi Penguatan Pos Lintas Batas Negara

Jakarta, IDM - Lantamal XIII Tarakan dan Kemenkopolhukam RI membahas penguatan dan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu dan sarana prasarana penunjang di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.
Wadan Lantamal XIII Kolonel (Mar) David Candra Viasco dan Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Dawilmar Laksamana Muda TNI Antongan Simatupang, membahas hal tersebut dalam rangka menghadapi segala bentuk ancaman di wilayah Kalimantan Utara.
"Dalam rangka menjaga stabilitas politik hukum dan keamanan di Provinsi Kalimantan Utara segera penanganan kejahatan transnasional," kata Antongan dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (23/2).

Lebih lanjut, ia menjelaskan penguatan dan pembangunan dilakukan di PLBN Sei Nyamuk, PLBN Labang, PLBN Long Midang, dan PLBN Long Nawang untuk menjaga keamanan, keselamatan, penegakan hukum di perairan dan yuridiksi Indonesia.
Baca: Gelar Latihan 7 Hari, 450 Prajurit Kostrad Akan Dikirim ke Intan Jaya
Sebelumnya, pada awal rapat koordinasi (rakor), David memaparkan tentang kekuatan dan kesiapan Lantamal XIII Tarakan serta Lanal jajaran, baik dari kekuatan personel dan sarana prasarana pendukung.
"Serta keberadaan sejumlah pos TNI AL yang berada di wilayah Kalimantan Utara yang beberapa di antaranya ada di perbatasan Indonesia-Malaysia," ujar David. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































