Langkah Tegas TNI AD Hadapi Proxy War dan Radikalisme yang Mengintai Papua

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat dari Kodam XXIV/Mandala Trikora (MT) mengambil langkah tegas untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu persatuan bangsa.
Dilansir dari keterangan Penkodam XXIV/MT, Jumat (28/8), langkah tersebut yaitu dengan mengumpulkan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di jajaran Kodam untuk Pembinaan Ideologi Pancasila. Acara dilaksanakan di Ruang Trikora Makodam XXIV/MT dengan mengusung tema "Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Mendukung Implementasi Asta Cita Pemerintah Menuju Indonesia Maju”.
Kainfolahtadam XXIV/MT Letkol Inf Muhammad Asnoor dalam paparannya mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai pancasila bagi prajurit, khususnya Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial di tengah masyarakat.
Baca Juga: TNI Kerahkan Pati dan Pamen untuk Dijadikan Penyuluh Penanganan Karhutla di Kalbar hingga Riau
Pancasila jadi pedoman prajurit
Asnoor menegaskan bahwa pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas dan kehidupan prajurit.
"Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara Republik Indonesia, sekaligus pandangan hidup dan kepribadian bangsa. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kedinasan maupun di tengah masyarakat,” ujar Asnoor.
Ia menjelaskan, pengamalan pancasila bagi prajurit TNI diwujudkan melalui disiplin, loyalitas, ketaatan terhadap Sapta Marga dan 8 Wajib TNI, serta menjadi teladan bagi masyarakat.
“Babinsa harus mampu menjadi contoh dalam pengamalan pancasila. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat harus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, membangun toleransi, menjaga persatuan, dan menghadirkan kepedulian melalui tindakan nyata,” tegasnya.
Baca Juga: Sisir Wilayah Terisolir Pascabencana NTT, TNI AL Kerahkan KRI Hiu hingga 2 Helikopter
Hadapi radikalisme di Papua Selatan
Lebih lanjut Asnoor mengatakan penguatan ideologi juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu persatuan bangsa, seperti radikalisme, intoleransi, hoaks, penyalahgunaan narkoba, hingga ancaman proxy war.
Di wilayah Papua Selatan yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat, prajurit Kodam XXIV/MT dituntut mampu menjaga persatuan dengan mengedepankan toleransi serta menghormati kearifan lokal.
"Di wilayah Papua Selatan, kita harus menunjukkan bahwa pengamalan pancasila bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui perbuatan. Mengasihi, menghormati, dan melayani masyarakat adalah bagian dari wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila," tutupnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































