HANKAM

Landasan Pitu Morotai, Peninggalan PD II yang Akan Dimanfaatkan Indonesia untuk Latihan Bersama

Landasan Pitu Morotai.
Landasan Pitu Morotai, Maluku Utara. (Foto: Dok. Dinas Pariwisata Morotai)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pemerintah akan memanfaatkan runway atau landasan pacu di Landasan Pitu Morotai, Maluku Utara, untuk menggelar latihan bersama.

Menhan Sjafrie menyebutkan, ada enam runway yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi untuk latihan militer.

“Kita akan tingkatkan, kita akan panjangkan (runway) lagi sehingga pesawat-pesawat tempur kita, pesawat transport (angkut) kita akan bisa mendarat di situ,” tutur Sjafrie usai menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (5/6).

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Narkoba, 9 Prajurit Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI

Nantinya, kata Sjafrie, negara-negara sahabat bisa mengadakan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat di Morotai.

“Australia dekat, kita undang mereka latihan. Apalagi Angkatan Udara kita (akan) latihan bersama (dengan Australia),” ujar Sjafrie.

Dalam waktu dekat, TNI Angkatan Udara dan Royal Australian Air Force (RAF) atau Angkatan Udara Australia juga akan menggunakan kawasan Morotai untuk latihan bersama.

“Dan juga kita akan menggunakan daerah Morotai sebagai tempat latihan untuk kerja sama dengan Angkatan Laut,” kata Sjafrie.

Baca Juga: Kisah Tujuh Pemuda di Waemulang Lulus Jadi Prajurit TNI

Runway peninggalan PD II

Sjafrie mengatakan bahwa runway tersebut merupakan peninggalan Perang Dunia Kedua (PD II). Saat itu, AS dan sekutu memanfaatkan runway tersebut.

“Sebetulnya kita mempunyai latar belakang historis dengan Amerika Serikat yang juga pada waktu perang dunia kedua itu menjadikan (Morotai) daerah persiapan yang juga meninggalkan infrastruktur yang sangat bagus,” tutur Sjafrie.

Dikutip dari berbagai sumber, Landasan Pitu merupakan peninggalan tentara Jepang yang dibangun pada 17 Oktober 1944.

Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II, landasan dikelola tentara sekutu hingga tahun 1946.

Baca Juga: Lanud R. Suryadi Suryadarma 7 Asah Kemampuan Penerbang lewat Latihan Terbang Malam

Mulanya, saat Jepang datang pada 1942, mereka membangun dua runway. Setelah sekutu masuk di Morotai tahun 1944, mereka mengambilalih runway dan membangun lima landasan pacu sehingga total tujuh runway.

Terdapat tujuh landasan pacu, salah satunya dioperasikan untuk Bandara Pitu Morotai. Landasan berada di desa Wamama, Morotai Selatan.

Selain landasan, museum Perang Dunia II juga masih berdiri di Morotai. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.