Lanal Cilacap Serahkan Artefak Amunisi PD II Eks USS Langley ke Museum

Jakarta, IDM - Pangkalan TNI AL menyerahkan artefak amunisi eks kapal USS Langley CVN-1 ke Museum Soesilo Soedarman, Cilacap, Sabtu (12/8).
Dikutip dari keterangan Pen Lantamal V, Senin (14/8), artefak amunisi tersebut diserahkan oleh Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Bambang Subeno kepada Ketua Dewan Kurator Museum Soesilo Soedarman Indroyono Soesilo.
Baca Juga: Pangkoopsudnas: Misi Demo Udara 17 Agustus Merupakan Kebanggaan Bagi TNI AU
Artefak amunisi tersebut, di antaranya peluru senapan mesin kaliber 12.7 mm, 7.62 mm, dan 9.00 mm yang ditemukan di alur perairan Cilacap pada Juli lalu oleh Lanal Cilacap bersama Pusat Komado Pasukan Katak (Puskopaska) TNI AL.
Benda tersebut diduga berasal dari kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat USS Langley CVN-1 yang ditenggelamkan pada Perang Dunia II.

Bambang menyampaikan, selain menambah koleksi museum, temuan artefak ini sebagai rujukan sejarah perang laut di wilayah perairan Cilacap agar lebih diketahui oleh masyarakat luas.
Baca Juga: Korem 143/HO Tinjau Proses Penjahitan Bendera Sepanjang 17 Km
Di kesempatan yang sama, Indroyono menyambut baik penyerahan artefak kapal USS Langley, karena mengingat museum ini merupakan satu-satunya tempat di Kabupaten Cilacap yang memiliki nilai kesejarahan militer tinggi.
"Harapan saya pemerintah Indonesia dapat menginformasikan kepada pemerintah AS terkait keberadaan koordinat kapal induk di dasar perairan Cilacap yang diduga USS Langley," ungkap Soesilo. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































