HANKAM

Lanal Banyuwangi Tangkap Pelaku Illegal Fishing di Perairan Pulau Tabuhan

Lanal Banyuwangi.
Lanal Banyuwangi beberkan keberhasilan operasi penangkapan illegal fishing. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Hafidz mengungkap keberhasilan operasi menangkap pelaku illegal fishing di Perairan Banyuwangi yang digelar pada Desember 2024 dan Januari 2025 lalu.

Melalui tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Banyuwangi, Hafidz menjelaskan pada 30 Desember 2024 lalu, pihaknya sempat melakukan operasi penindakan illegal fishing menggunakan bahan peledak (handak) di Perairan Pulau Tabuhan.

Namun, operasi yang berkolaborasi dengan Kodim 0825 dan BTN Baluran belum membuahkan hasil karena pelaku dapat meloloskan diri. Pada kesempatan itu, Hafidz mengatakan pihaknya menemukan kematian ikan yang disebabkan pendarahan hebat pada gelembung renang akibat gelombang kejut.

Baca Juga: TNI AL Akan Kembangkan Pembangunan Pangkalan di Choke Point

Setelah mendalami kasus tersebut, pada 31 Januari 2025, tim SFQR mendeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar Pulau Tabuhan yang diduga terkait dengan illegal fishing menggunakan bom ikan.

Tim tersebut kemudian mengejar perahu pelaku hingga di Pantai Alasbulu. Namun, pelaku kembali berhasil melarikan diri. SFQR pun memeriksa dan mengamankan perahu yang dilakukan pelaku untuk penyelidikan lebih lanjut.

Setelah penyelidikan, SFQR berhasil mengamankan empat tersangka yaitu KR sebagai pemilik kapal, pemimpin aktivitas illegal, dan perakit bom ikan.

NF sebagai awak kapal yang bertugas survei ikan sebelum dilakukan pemboman. Kemudian JM sebagai awak kapal yang bertugas mengambil ikan hasil bom, dan M sebagai juru mudi perahu dan operator kompressor angin.

Baca Juga: Koarmada II Evaluasi Latihan MNEK 2025

“Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang merusak kelestarian laut kita, dan kami akan terus berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara konsisten,” kata Hafidz, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (7/3).

Hafidz menegaskan TNI AL sangat berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kelestarian laut Indonesia sebagai salah satu kekayaan alam terbesar di dunia.

"Kami tidak akan pernah ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran yang terjadi di laut kita,” tandas Hafidz. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.