HANKAM

Laksda Krisno Utomo Resmi Jabat Pangkoarmada III, Gantikan Laksda Hersan

Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata
Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata memimpin pergantian jabatan Pangkoarmada III kepada Laksamana Muda Hudiarto Krisno Utomo, Jakarta, Rabu (27/8). (Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya Denih Hendrata memimpin upacara serah terima jabatan Pangkoarmada III di Jakarta, Rabu (27/8).

Jabatan Pangkoarmada III secara resmi diserahterimakan dari Laksamana Muda Hersan kepada Laksamana Muda Hudiarto Krisno Utomo.

Dalam rotasi jabatan ini, Hersan dipercaya mengemban tugas sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI. Sementara Krisno sebelumnya menjabat Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil).

Denih menekankan, posisi Pangkoarmada III memiliki arti strategis karena menjadi ujung tombak pengamanan laut di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga: Batalyon Kesehatan Marinir Siaga Demo, Fokus Humanis dan Evakuasi Darurat

“Wilayah timur merupakan etalase sekaligus benteng maritim Indonesia. Kompleksitas ancaman di kawasan ini menuntut kepemimpinan yang kuat dan mampu menjaga keseimbangan keamanan,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Jumat (29/8).

Ia menambahkan, pergantian kepemimpinan harus dipandang sebagai upaya penyegaran untuk memperkuat organisasi.

“Saya percaya Laksda Krisno Utomo akan mampu menjawab tantangan tersebut dan membawa Koarmada III semakin solid dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendukung diplomasi maritim Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga: TNI Rencanakan Pindah Makam Pangeran Diponegoro Hingga Cut Nyak Dien ke Daerah Asalnya

Profil Laksda Krisno Utomo

Krisno merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-40 tahun 1994. Sejak lulus, ia meniti karier di berbagai penugasan kapal perang dan jabatan strategis di lingkungan TNI AL.

Pada awal kariernya, pria berusia 52 tahun ini pernah menjabat Wakil Komandan Kolat Koarmatim, kemudian dipercaya memimpin KRI Fatahilah-361 pada periode 2012-2013, disusul jabatan Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367 pada 2013. Ia juga sempat mengemban tugas di dunia pendidikan militer sebagai Kepala Departemen Strategi (Kadepstra) Seskoal pada 2016-2017.

Baca Juga: Kementerian Pertahanan Kunjungi Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Kostrad di Perbatasan RI–Malaysia

Kariernya berlanjut di Markas Besar TNI AL dengan menjabat Paban I di Staf Perencanaan dan Anggaran (Srenal) pada 2018-2021. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I selama 2021-2023.

Selanjutnya, Krisno bertugas sebagai Waasrena KSAL dari Januari-November 2023, sebelum akhirnya naik menjadi Pangkolinlamil selama 2023-2025.

Kini, dengan pengalaman panjang di bidang operasi laut, staf, dan komando strategis, Krisno dipercaya mengemban jabatan sebagai Pangkoarmada III yang bertugas di Sorong, Papua Barat Daya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.