HANKAM

Lafi TNI Sudah Produksi 88 Obat untuk Kemandirian Farmasi Nasional

Lembaga Farmasi TNI.
Lembaga Farmasi (Lafi) TNI sudah memproduksi 88 obat yang telah mengantongi Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM. (Foto: Dok. Humas Kemhan)

Jakarta, IDM – Lembaga Farmasi (Lafi) TNI sudah memproduksi 88 obat yang telah mengantongi Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM.

Dilansir dari keterangan Humas Kemhan, Sabtu (12/7) langkah memproduksi obat ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor serta menjamin ketersediaan obat berkualitas, termasuk bagi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Baca Juga: Perkuat Pertukaran Data dan Informasi, TNI AD-Lemhannas Teken Nota Kesepahaman

Total 88 jenis obat tersebut terbagi yaitu Lafi TNI AD memproduksi 14 jenis obat, termasuk Fimol 500 mg sebanyak 11,5 juta tablet. Lafi TNI AL memproduksi 44 jenis obat, termasuk Ponstal 500 mg sebanyak 4,7 juta kaplet. Lafi TNI AU memproduksi 30 jenis obat, termasuk Cefalaf 500 mg sebanyak 1,2 juta kapsul.

Lembaga Farmasi TNI.
(Foto: Dok. Humas Kemhan)

"Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemhan bersinergi dengan Kemenkes, Kemenkop UKM, BPOM, dan BUMN Farmasi untuk mendukung program KDMP. Komitmen ini memperkuat peran Kemhan dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional," bunyi keterangan Humas Kemhan.

Lembaga Farmasi TNI.
(Foto: Dok. Humas Kemhan)

Baca Juga: TNI AU-PAF Perdalam Pemahaman Teknis dan Taktis Pesawat T-50 hingga Super Tucano

Sebelumnya dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025) lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan rencana pembangunan pabrik untuk memproduksi obat-obatan di dalam negeri. Pabrik ini akan memanfaatkan laboratorium farmasi milik TNI yang akan direvitalisasi.

Sjafrie mengatakan, tingginya harga obat-obatan di Indonesia menjadi salah satu alasan di balik inisiatif ini. Ia memastikan obat-obatan yang dihasilkan dari pabrik tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat, termasuk melalui Koperasi Desa Merah Putih. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.