HANKAM

Kunker ke Inggris, Wakil KSAU Hadiri The Chief of the Air Staff's Global Air and Space Chief’s Conference 2024

Wakil KSAU Marsdya TNI Andyawan Martono
Wakil KSAU Marsdya TNI Andyawan Martono menghadiri The Chief of the Air Staff's Global Air and Space Chief's Conference 2024 di London, Inggris. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Andyawan Martono Putra menghadiri The Chief of the Air Staff's Global Air and Space Chief’s Conference (GASCC) 2024 di London, Rabu (17/7).

Kedatangan Marsdya TNI Andyawan dalam konferensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya (kunker) di Inggris. Selama kunjungan kerja tersebut, Wakil KSAU didampingi oleh Irjenau Marsda TNI Jemi Trisonjaya dan Asrena KSAU Marsda TNI Wayan Superman.

Melansir keterangan TNI AU, konferensi yang dihadiri oleh Wakil KSAU ini terbagi dalam sejumlah sesi dengan beragam topik pembahasan. Pertama, GASCC 2024 membahas tentang "Contemporary Air and Space Power", yang menyoroti tentang kekuatan udara dan ruang angkasa dalam konflik terkini di seluruh dunia, termasuk di dalamnya penggunaan pesawat tempur, UCAV, pesawat AWACS, dan pesawat pendukung lainnya.

Baca Juga: Rimpac 2024: Marinir Indonesia dan 2 Negara Pelatihan Penanggulangan Bahaya Nubika

Kemudian, pembahasan lainnya berfokus pada peran satelit di dalam medan pertempuran modern serta kemampuan pertahanan udara China.

“Selain itu, diskusi mengenai "One Team, One Fight" turut dieksplor dengan membahas kolaborasi antara industri teknologi dan militer untuk memaksimalkan kemampuan pertahanan,” tulis TNI AU.

Wakil KSAU Marsdya TNI Andyawan Martono
The Chief of the Air Staff's Global Air and Space Chief's Conference 2024 yang digelar di London, Inggris. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Sesi penting lainnya yang terdapat dalam konferensi ini adalah sesi "Deterrence Theory and Practice", tentang penangkalan modern serta cara-cara mencegah ancaman saat ini dan masa depan.

Baca Juga: Koarmada II dan Bakamla Bahas Rencana Patroli Keamanan Wilayah Perairan Yurisdiksi

“Sesi kedua mengulas 'Space Deterrence & Integrated Deterrence' dengan pembicara utama General B. C. Saltzman, Chief of Space Operations US Space Force, yang membahas evolusi ruang angkasa sebagai domain perang,” jelas TNI AU.

Di akhir konferensi, para Kepala Staf Angkatan Udara diberi kesempatan untuk memberikan perspektif operasional tentang integrasi dan interoperabilitas dalam kekuatan udara dan ruang angkasa dalam sesi diskusi mengenai "Integration and Interoperability - Air Perspectives".

Selain menghadiri GASCC 2024, Wakil KSAU juga dijadwalkan untuk mengikuti beragam kegiatan lainnya selama kunker di Inggris, seperti bertukar pikiran serta berdikusi dengan pimpinan angkatan udara, pelaku industri dirgantara, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan masukan terbaik bagi TNI Angkatan Udara (TNI AU). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.