Kunjungi Yordania, Menhan Sjafrie Bahas Penguatan Kapasitas Pertahanan

Jakarta, IDM – Usai mengunjungi Rusia dan Belanda, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Yordania, Sabtu (10/5).
Berdasarkan laporan yang diterima redaksi, kunjungan Menhan Sjafrie merupakan tindak lanjut dari kerja sama strategis Indonesia-Yordania yang telah disepakati.
Baca Juga: Dukung Program Pemerintah, Lanud Husein Sastranegara Distribusikan 219.000 Paket MBG
Dalam pertemuan tersebut Menhan Sjafrie mendapatkan penjelasan langsung dari Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania (JAF), Mayor Jenderal Yousef Huneiti mengenai fasilitas pelatihan dan mekanisme latihan yang dimiliki.
Dengan semangat persaudaraan dan prinsip saling menghormati kedaulatan, kedua negara membahas langkah konkret untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional, meningkatkan interoperabilitas, serta menjawab tantangan keamanan regional secara kolektif.
Baca Juga: TNI AD: Pengerahan Prajurit untuk Amankan Kejati-Kejari Dalam Kelompok, Hanya 2-3 Orang
Menhan meyakini bahwa perdamaian hanya dapat dijaga oleh kekuatan yang disiapkan dengan baik.
“Oleh karena itu, sinergi seperti ini penting untuk membangun dunia yang lebih aman bagi semua,” tulis Menhan Sjafrie di akun Instagramnya. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































