HANKAM

Kunjungi Yon 761 Warmare, Pangdam Kasuari Ingatkan Prajurit Jangan Lupa Sejarah

Kunjungi Yon 761 Warmare, Pangdam Kasuari Ingatkan Prajurit Jangan Lupa Sejarah
(Pendam XVIII/Ksr)

Manokwari, IDM - Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema melaksanakan kunjungan kerja perdananya ke Yonif 761/KA di Warmare, Manokwari, Papua Barat, Senin (21/2).

Sebagai satuan baru, Batalyon Infanteri (Yonif) 761/Kibibor Akinting (KA) masih banyak keterbatasan. Prajurit Batalyon 61/KA memiliki banyak pekerjaan yang harus diperbuat mulai dari berpikir, berucap sampai bertindak untuk kemajuan satuan.
Gabriel menegaskan dalam kondisi apapun di satuan ini agar mantapkan terus kebersamaan, soliditas, sinergitas, dan pastikan bahwa ini organisasi yang jelas.

Gabriel menegaskan untuk memiliki pemahaman yang baik dan benar terhadap sejarah satuan ini, sejak berdirinya satuan ini, yakin dan percaya sesuai dengan filososfi hidup yang dimililiki Yonif.

(Pendam XVIII/Ksr)

“Filososfinya melalui seekor burung yang cerdas dan pintar tanpa terasa kalian akan dirasuki dari sifat burung tersebut. Sehubungan dengan jati diri lewat sejarah dan lambang dan burung tersebut mari kita terus melangkah kedepan melaksanakan tugas yang tidak pernah berhenti,” ucap Gabriel.

Gabriel menambahkan, Kodam Kasuari adalah satuan yang diandalkan dan menakjubkan serta luar biasa. Sebagai Pangdam baru, Ia memilki konsekuensi untuk menyatukan pikiran dan harus segera berbuat serta berkewajiban untuk mengunjungi satuan jajaran sehingga dapat berkontribusi.

(Pendam XVIII/Ksr)

“Begitu menginjakkan kaki di tanah Papua Barat ini saya merasa bersyukur dan berterimaksih karena bisa bergabung bersama-sama seluruh prajurit, PNS beserta keluarga besar Kodam Kasuari yang dalam kondisi aman, tentram dan penuh dengan kenyamanan” ujar Gabriel.

Gabriel juga mengingatkan bahwa sesuai dengan tugas dan tanggungjawab, prajurit Yonif 761/KA menjadi representasi dari tugas tanggung jawab TNI Angkatan Darat yaitu menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta menjaga keselamatan bangsa di wilayah Papua Barat.

“Saya ajak untuk meletakkan dasar-dasar jati diri yang kuat sehingga seterusnya terjadi regenerasi yang kokoh bersama dengan sesanti Kibibor Akinting. Saya Ingatkan yang pertama jaga watak dan karakter dari seorang prajurit yaitu disiplin” ujar Gabriel.

(Pendam XVIII/Ksr)

“Yang harus dipelihara yaitu karakter pejuang. Kondisi pangkalan harus terpelihara dengan baik. Sejatinya kita merupakan bagian dari negara yang harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” tutup Gabriel.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.