Kunjungi Thailand, KSAU Bahas Kerja Sama Pertahanan Ruang Angkasa Hingga Latihan Bersama

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono melakukan kunjungan kehormatan ke Royal Thai Air Force (RTAF) di Thailand, Jumat (13/09).
Mengutip akun instagram @militer.udara pada Sabtu (14/09), kunjungan Tonny disambut langsung oleh Commander-in-Chief RTAF, Air Chief Marshal (ACM) Punpakdee Pattanakul.
Adapun sejumlah isu strategis hingga peluang kerja sama dalam rangka memperkuat hubungan bilateral TNI AU dan RATF menjadi pembahasan utama pertemuan tersebut.
Beberapa hal penting yang dibicarakan keduanya adalah ruang angkasa (airspace) dan domain siber; rencana latihan bersama 'Elang Thainesia'; Latihan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) ASEAN, serta kerja sama lainnya untuk mendukung stabilitas keamanan regional.
Baca juga: TNI AD Akan Kawal Pembangunan IKN
Selain mengunjungi RTAF, Tonny juga menyambangi Chief of Defence Force Royal Thai Armed Forces di Markas Besar Angkatan Bersenjata Thailand.
"Pertemuan ini kembali menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama pertahanan, khususnya di bidang ruang angkasa, siber, dan latihan militer bersama," tulis Dinas Penerangan TNI AU. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































