Kunjungi Kodam V Brawijaya, Prabowo: Saya Merasa Tambah Muda 25 Tahun

Surabaya, IDM – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto merasa lebih muda 25 tahun ketika melihat para Danramil beserta jajarannya menggunakan seragam saat berkunjung ke Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (13/2).
Ia mengaku teringat pada masa-masa di saat menggunakan seragam serupa. Kenangan itu membuatnya ingin kembali menjadi Komandan Brigade seperti saat muda dulu.
"Saya merasa tambah muda 25 tahun. Rasanya saya ingin kembali menjadi Komandan Brigade," kenang dia.
Prabowo juga mengingat bahwa dahulu Pangdam V/Brawijaya Farid Makruf merupakan anak didiknya. Hal ini membuatnya merasa sudah berumur.
"Semangat saya masih muda, semangat saya masih muda," ujarnya berkelakar.
Baca: Prabowo Ungkap Pentingnya Jawa Timur bagi Pertahanan Indonesia
Sejalan dengan ini, Prabowo menegaskan bahwa umur bukanlah halangan untuk tetap berjuang. Pengabdian merupakan bentuk kerja keras yang dilakukan tiada henti oleh para pejuang.
"Tapi saya ingin mengatakan, bahwa bagi seorang pejuang, tidak pernah ada istilah pengabdian berhenti," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































