HANKAM

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, KSAD Resmikan Kawasan Agrowisata Seluas 33 Hektar

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kanan) bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Rahma Dudung Abdurachman (kiri) menunjukan hasil tanam berjenis selada di Desa Agrowisata di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meresmikan Desa Agrowisata Tekno 44 Kodam II/Sriwijaya di Desa Glebek, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (13/2).

Peresmian Desa Agrowisata ini menurut Dudung merupakan bentuk upaya TNI Angkatan Darat khususnya Kodam II Sriwijaya dalam mengatasi kesulitan rakyat dan senantiasa dapat menjadi solusi yang akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Sering saya katakan bahwa untuk kepentingan bangsa dan negara, TNI Angkatan Darat jangan banyak berdiskusi, tapi lakukan. Begitu juga saat orang lain ramai berdiskusi, kami sudah melakukan,” ucap Dudung.

Mantan Pangkostrad ini juga menyampaikan bahwa berbagai program yang telah diinisiasi TNI AD di antaranya TNI AD Manunggal Air, ketahanan pangan, penanggulangan stunting, maupun kegiatan di bidang olahraga. Program-program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membantu program-program pemerintah, khususnya dalam pembangunan dan mensejahterakan rakyat.

“Makanya sampai ada program Babinsa masuk dapur, jangan sampai ada rakyat yang tidak makan. Jangan ada hari ini masih ada rakyat yang rumahnya bocor kalau hujan, itu yang kami lakukan. Ini sebenarnya tugas pemerintah daerah, kita (TNI AD) hanya memacu saja,“ jelas Dudung.

Desa Agrowisata Tekno 44 yang digagas Korem 044/Garuda Dempo bersama Pemkab Muba terletak di lahan seluas 33 hektar. Secara konsep dimaksudkan selain untuk menguatkan ketahanan pangan dan lokasi wisata, juga sebagai mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta sebagai solusi permanen pemanfaatan lahan terlantar/non-produktif menjadi lahan produktif yang berkelanjutan.

Baca: Rapim TNI AL 2023, KSAL Evaluasi Sejumlah Permasalahan

Usai peresmian, Dudung beserta rombongan juga meninjau KBR (Kebun Bibit Rakyat), UMKM, serta kegiatan pemeriksaan ibu hamil dan anak stunting. Selain itu, rombongan juga meninjau komplek edukasi teknologi pertanian dan perikanan, serta lokasi perkebunan hortikultura, dilanjutkan dengan pelepasan ikan tanda dimulainya lomba memancing. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.